Lubang Di Payudaraku Kini Tertutup Rapi Tanpa Operasi
Ny. Tiyur, Kelurahan Lagoa, Jakarta Utara
Setiap minggu, nanah di payudaraku harus disedot agar tidak menumpuk dan menimbulkan peradangan berat. Sakitnya luar biasa. Sungguh saya tidak mau melakukan ini, tetapi apa boleh buat, saya masih ingin hidup. Penghasilan saya dari berjualan kebutuhan rumah tangga habis untuk berobat. Setiap hari saya berdoa memohon petunjuk dan kesembuhan.
Tuhan menjawab doa saya ketika bertemu saudara saya yang menginformasikan mengenai Klinik Mahkota Dewa di Jalan Soka BBG 16 Jakarta Utara (Klinik yang baru di Jl. Cemara Angin Blok AA No. 37 Komplek Nyiur Melambai II Rawabadak Utara, Jakarta Utara). Informasi itu kami peroleh setelah menonton acara Buka Nata di TransTV yang kebetulan mengangkat topik mahkota dewa.
Diantar tukang ojek saya langsung berkunjung ke Klinik Mahkota Dewa pukul 08.00.
Karena masih belum banyak yang antri saya langsung ditangani ibu Chris Eko Sapto.
“Keluhan ibu apa saja ?”
“Tolong saya Bu, payudara saya sudah berlubang dan mengeluarkan nanah terus. Setiap Minggu harus ke rumah sakit untuk menyedot nanahnya.”
“Sudah berapa lama sakitnya dan diagnosis dokter apa Bu ?”
“Kata dokter ini kanker payudara, sudah dioperasi tetapi tumbuh lagi.”
“Baiklah, ibu tidak ada keluhan yang lain ya? Maun ramuan yang direbus atau kapsul saja?”
“Bu, saya ini tidak biasa minum jamu, apalagi kalau harus merebusnya sendiri. Kalau bisa saya minta kapsul semua saja. Bagus yang mana sih Bu, kapsul atau rebusan?”
“Sama saja khasiatnya karena dari bahan yang sama.”
Akhirnya saya diberi 5 macam kapsul ditambah madu mahkota dewa. Saya juga dianjurkan minum jus buah dan mengikuti pantangan yang ditetapkan. Sungguh ajaib, hari demi hari rasa sakit yang saya rasakan berkurang dan dalam seminggu payudara saya tidak mengeluarkan nanah lagi. Lubangnya langsung menutup seperti ada yang menempelkan lem perekat. Ya Tuhan ini ajaib dan luar biasa.
“Bu Ning, kalai saya tahu semudah ini penyakit saya bisa sembuh kenapa saya harus menderita sekian lama?”
“Ini jalan Tuhan. Semua pasti ada hikmahnya.”
“Benar Bu, saya jadi lebih dekat dengan Tuhan.”












