Get Adobe Flash player

Klik tombol "play" untuk mendengarkan Talk Show Radio Camajaya

Chat langsung dengan Konsultan Herbal kami
Penjelasan Mengenai Herbal Neck Pillow
Produk Baru

Informasi Manfaat Teh

Minyak Angin Aromatherapy

Peluang Usaha
Newsletter : INFO SEHAT & PROMO
Name:
Join Us

Facebook Group

follow @ningharmanto

Follow @KlinikNH
Kategori Artikel
Penjelasan Diabetes

Menu Aman & Sehat bagi Penderita Kanker

(klik gambar untuk membaca versi pdf,klik kanan pada mouse dan pilih ‘save link as’ untuk mendownload)

November 2005, Cetakan Pertama – Agromedia Pustaka

Buku yang disusun oleh seorang herbalis ini bertujuan membantu para penderita kanker dalam membuat dan menikmati masakan yang aman dan sehat. Pasalnya, selama ini terlalu banyak makanan yang harus dipantang sehingga mereka sering bingung menentukan makanan apa saja yang tepat dan baik bagi mereka. Buku ini tidak melulu berisi resep masakan. Dijelaskan juga serba-serbi tentang kanker , termasuk gejala dan cara pencegahannya. Selain bagi penderita kanker kumpulan resep masakan dalam buku ini juga cocok bagi siapa saja yang peduli pada kesehatan.

CUPLIKAN ISI BUKU :

Bab 2

YANG AMAN DAN YANG PERLU DIPANTANG

A. Makanan yang Dipantang Penderita Kanker

Sebagian kalangan medis setuju bahwa penderita kanker dianjurkan mentaati pantangan makanan tertentu. Sebaliknya sebagian lagi tidak setuju, dan membolehkan pasiennya makan apa saja. Selain doa dan keyakinan sembuh, dari pengalaman selama ini, makanan yang dikonsumsi pasien kanker berpengaruh sangat besar terhadap proses kesembuhannya.

“Bu Ning, kenapa penyakit saya kok belum ada perubahan sama sekali, padahal sudah minum ramuan Paket Kanker selama 3 bulan. Tapi kenapa teman saya baru minum sebulan kok sudah banyak perubahannya. Apanya yang salah?”

Beberapa pasien sering menyampaikan kekesalannya karena merasa sudah minum ramuan tetapi belum tampak perubahannya. Setelah saya tanyakan mengenai pola makannya, ternyata mereka tidak mau mengikuti pantangan yang telah ditetapkan. Alasan yang dikemukakan pun macam-macam, misalnya tidak tahu, tahu tetapi tidak mau dan tidak percaya, lupa, dan tidak berselera makan.

Pasien yang mau  mentaati pantangan yang ditetapkan proses kesembuhannya tampak nyata dan sangat menakjubkan. Misalnya  pengalaman Ibu Hanna di Bekasi yang menderita kanker payudara ganas dan berhasil sembuh. Rahasianya, selain doa, minum ramuan dengan tekun, pola makan benar, juga menggunakan terapi jus wortel dan apel malang sehari satu kilogram selama tiga bulan penuh.

Di Klinik Herbal Mahkota Dewa, penderita kanker selalu diberi panduan cara mengonsumsi ramuan dalam bentuk rebusan atau kapsul. Selain itu juga dianjurkan mengikuti pantangan beberapa makanan sebagai berikut.

  1. Sayur : tauge, sawi putih, kangkung, dan cabai.
  2. Buah: durian, lengkeng, nangka, duku, nanas, dan anggur.
  3. Air es, minuman beralkohol, dan soft drink.
  4. Sea food: udang, kerang, cumi, dan kepiting.
  5. Daging sapi, kambing, kerbau, dan babi.
  6. Daging ayam negeri, bebek, kalkun, dan burung.
  7. Makanan yang dibakar, dipanggang, dan digoreng berulang-ulang.
  8. Makanan yang diawetkan, termasuk ikan asin dan makanan kaleng.

Dibantu dr. Susi dan dr. Jamal dari Tim Medis Klinik Herbal Mahkota Dewa, alasan memberikan pantangan makanan penderita kanker sebagai berikut.

1. Sayur-sayuran
- Tauge mengandung zat yang mendorong pertumbuhan sel kanker.
- Sawi putih dan kangkung mengurangi efektivitas kerja obat.
- Cabai merangsang aktifitas bawah sadar sehingga menurunkan jumlah oksigen dalam tubuh.

2. Buah-buahan
-   Lengkeng dan nangka mengandung zat tumbuh bagi sel kanker.
- Durian, duku, nanas, dan anggur menghasilkan alkohol sehingga merangsang berkembangnya sel kanker.
-  Minuman ringan atau soft drink bersifat karsinogen.
-  Es atau minuman dingin mengganggu kelancaran peredaran darah.
- Alkohol merangsang aktivitas bawah sadar sehingga jumlah oksigen dalam tubuh menurun.

3. Daging dan Ikan Asin
- Daging (sapi, kerbau, kambing, babi) memfasilitasi pertumbuhan sel yang tidak normal.
- Ikan asin yang diolah dari bahan tidak segar mengalami penguraian sehingga menjadi bahan allergen yang mengundang reaksi imunitas tubuh. Akibatnya, tubuh akan merasa meriang, gatal-gatal, dan bengkak. Sementara itu, bagi penderita kanker akan timbul reaksi berdenyut-denyut dan timbul rasa nyeri di bagian tubuh yang terkena kanker. Selanjutnya karena ada gangguan permeabilitas (penyerapan air) jaringan tubuh, permukaan luka akan tampak basah, benyek, dan kadang-kadang terjadi perdarahan. Yang lebih memprihatinkan, beberapa produsen pengolah ikan sering menambahkan formalin atau bahan pengawet mayat, bukan pengawet makanan. Formalin ini bersifat hepatotoksik atau racun bagi organ hati, sehingga semakin lama mengganggu sistem kerja sel dan jaringan yang akhirnya memicu kanker.

4. Makanan yang Diawetkan
- Makanan awetan mengandung senyawa kimia yang dapat berubah menjadi karsinogen aktif.

5. Sea food
- Udang, kerang, kepiting, cumi  mengandung kandungan lemak tinggi. Penderita kanker atau tumor  harus mengurangi makanan yang mengandung lemak tinggi.

6. Daging Unggas
- Biasanya untuk memacu pertumbuhan ternak atau unggas digunakan obat-obatan kimia termasuk hormon yang disuntikkan ke dalam tubuh hewan sehingga bobot ternak atau unggas cepat meningkat. Suntikan hormon yang diberikan pada ternak mirip hormon anabolic pada manusia. Hormon ini diduga memicu kanker prostat dan kanker kelenjar.

7. Buah-buahan
- Durian, nangka, lengkeng, nenas, duku dan anggur bila sangat matang mengandung alkohol yang bisa memicu berkembangnya sel kanker.

B. Makanan yang Sehat dan Aman Bagi Penderita Kanker

1. Sayuran
- Sayuran berwarna hijau tua: bayam, brokoli, sawi hijau, kailan, katuk.
- Sayuran berwarna hijau muda: selada air, selada, lokio, ashitaba atau angelica, daun bawang, kenikir, daun pegagan, daun dewa, sambung nyawa.
-  Sayuran berwarna terang: kol, bunga kol, lobak, wortel, talas, ubi jalar, kentang, rebung.
-  Sayuran buah: terung, tomat, oyong, mentimun, pepaya muda, labu kuning, jagung, labu siam, kacang merah.
-  Jamur: jamur kuping, jamur merang, jamur tiram.

2. Lauk-pauk

Lauk-pauk dan makanan yang aman bagi penderita kanker: ayam kampung, ikan teri, telur ayam kampung, tahu, tempe, ikan wader, ikan nila, ikan mas, ikan gurami, ikan lele, ikan bawal.

Beberapa bahan makanan tersebut  sebaiknya diolah menjadi sayur, pepes, atau dikukus. Olahan dengan cara digoreng hendaknya menggunakan minyak non-kolesterol dan selalu menggunakan minyak yang bersih dan belum digunakan sebelumnya. Selain untuk mengurangi lemaknya, manfaatkan bagian perut ikan ke bawah, jangan memanfaatkan bagian kepalanya.

Penjelasan Penyakit Kanker

Penjelasan Penyakit Diabetes

Share

6 Responses to “Menu Aman & Sehat bagi Penderita Kanker”

  • dyagnoz:

    Trima kasih mbak… atas infonya..
    kbetulan ortu sy terdx CA Paru std 3b
    Walaupun berat sy masih berharap masih ada keajaiban spy bpk sy bisa sembuh. skrg beliau masih kemotrapi dan ada gejala kakeksia…
    Smoga masih ada harapan…

  • virdoos:

    makasih atas infonya :)

  • FIRDI:

    tolong infonya dari semua. bagaimana dengan konsumsi garam? apakah baik untuk penderita kanker?
    Ayah saya mengalami kanker paru stadium 3B. mohon doanya untuk kesembuhan ayah saya. terima kasih banyak.

  • konsultan1:

    Bapak Firdi,
    Garam boleh saja dikonsumsi bagi penderita kanker paru dan sebaiknya
    agak dikurangi karena garam menahan air dalam tubuh sehingga paru-
    paru bisa terendam air.
    Salam dan Doa, semoga cepat sembuh.

  • silvie:

    tolong infonya dr semua. Bagaimana dengan mengkonsumsi gula? Apakah baik untuk penderita kanker servik??mohon doany untuk kesembuhan ibu saya. Mohon masukannya. terima kasih banyak.

  • Agnes Tampinongkol,SE:

    Saya penderita Kanker, resep yang saya praktekkan yaitu setiap pagi minum air jeruk nipis + kunyit(kira2 2 bonggol kunyit induk) dan makan buah + sayur yg disarankan, pasti asalkan belum pernah kena pisau dokter.

Leave a Reply

Links
PT Mahkotadewa Indonesia Toko Online Affiliate Program
Peta Lokasi Klinik Pusat

Lihat Klinik Herbal Ny. Ning Harmanto di peta yang lebih besar