Daun Dewa

Famili : Compositae atau Asteraceae
Asing : San qi cao (Cina)
Sifat Kimiawi : Mengandung Saponin, minyak atsiri, flavonoid, tanin
Efek Farmakologis : Tumbuhan ini bersifat anti coagulant (mencairkan bekuan darah), stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan, menghilangkan panas, membersihkan racun. Dalam farmakologi cina disebutkan tumbuhan ini memiliki rasa khas dan sifat netral.
Di Sumatra disebut bluntas cina sedang di Jawa disebut Tigel kio. Tanaman ini jarang tumbuh liar, umumnya ditanam di pekarangan dengan daun berwarna hijau tua dan indah dihiasi dengan garis ungu ditepi daunnya yang berbulu halus. Bunganya berwarna kuning terang, merupakan bunga majemuk walau tampak seperti setangkai bunga. Sayang bunganya tidak berbau wangi. Daun Dewa yang sudah tua akan berumbi dan biasanya umbi ini dijual di toko obat cina.
Bagian tanaman yang digunakan : Seluruh tanaman dengan rincian – DAUN berguna untuk luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan (batuk darah, muntah darah, mimisan), pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, haid tidak teratur dan digigit binatang berbisa. UMBI – untuk menghilangkan pembekuan darah, pembengkakan tulang patah, pendarahan nifas.
Cara budidaya : Perbanyak tanaman dengan menggunakan stek batang atau stump. Stek dari batang yang keras 5-10 cm. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dengan cara penyiraman cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan dasar.
Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
1. Luka terpukul, tidak dapat haid : Tanaman segar 15-30 gr direbus atau ditumbuk, diambil airnya, dicampur arak, dipanaskan dan diminum.
2. Perdarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk dan muntah darah : Tanaman lengkap 1 batang direbus lalu diminum airnya.
3. Kejang pada anak : Satu batang diperas dan diambil airnya, campur arak dan diminumkan sedikit demi sedikit.
4. Luka terpukul, masuk angin : Umbi segar, 6-9 gr ditambah arak kuning dan dipanaskan lalu diminum airnya.
5. Digigit ular, digigit binatang lainnya : Umbi dilumatkan kemudian ditempelkan ketempat gigitannya.
6. Kutil, uci-uci : Daun dewa 5 lembar dihaluskan dan dilumurkan pada tempat berkutil, dibalut sampai esoknya dilepas.
7. Tumor : Daun dewa 3-4 lembar dilalap.
8. Menhilangkan pembekuan darah, menghindari stroke : Umbi daun dewa sekitar 10 gr ditumbuk halus, air 1/2 gls, saring, peras dan diminum airnya setiap sore, atau 3-4 lbr daun dibuat lalap.












