Sambiloto

Nama latin: Andrographis paniculata
Nama daerah: Sambirata; Sandilata; Sadilata; Kioray; Kipeurat; Pepahitan; Takila; Takilo; Kiular
Deskripsi tanaman: Herba semusim, batang berkayu, warna hijau. Daun tunggal, bulat telur. Perbungaan bentuk tandan, di ketiak daun dan di ujung batang, warna ungu. Buah kotak, bulat panjang, ujung runcing, buah muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam.
Habitat: Tumbuh liar di hutan, ladang dan di halaman yang tanahnya agak lembab. Ada juga yang ditanam di halaman sebagai tanaman obat-obatan.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan
Kandungan kimia: Andrografin; Andrografoloid; Panikulin
Khasiat: Antiinflamasi; Antipiretik; Analgesik; Diuretik; Stomakik; Antibengkak
Nama simplesia: Andrographidis Herba
Resep tradisional: Gatal-gatal Daun sambiloto 1 g; Jahe 1 g; Ngokilo 1 g; Akar wangi 1 g, Semua bahan ditumbuk halus seperti bubuk, Diminum 3x sehari. Kudis Daun sambiloto segar 1 genggam; Belerang sedikit, Campuran ditumbuk hingga halus sampai rata, Dilumurkan pada kulit yang sakit; dan lakukan setiap hari hingga sembuh. Demam digigit serangga atau binatang berbisa Daun sambiloto 1 genggam; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; ampas dioleskan pada tempat gigitan. Kencing manis Daun sambilata 25 helai; Daun kumis kucing 25 helai; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali sehari 100 ml. Radang usus bantu Daun sambiloto; Air Secukupnya, Dipipis atau diseduh , Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; apabila ramuan dibuat seduhan maka diminum 1 kali sehari 100 ml. Tifus Daun sambiloto 17 helai; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. Kaki bengkak, Daun sambiloto; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Diparamkan pada kaki setiap pagi dan sore.












