Cerita Pemenang Kedua Kuis Mencintai herbal Indonesia
Anak sulung saya (sekarang sudah 19 tahun), begitu lahir langsung menderita diare. Saya selalu ke dokter seminggu dua kali untuk mengatasi diarenya, tapi tak kunjung sembuh hingga usia anak saya 6 bulan. Berbagai macam obat, vitamin tak henti masuk ke perutnya, bahkan berbagai jamu dan diet saya jalankan untuk membantunya (karena anak tersebut minum ASI). Bukannya diarenya sembuh, eh, malah saya yang sembelit. Akhirnya ketika dia berumur 6 bulan dokter pun ‘angkat tangan’. “Maaf Bu, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengatasi diare putra ibu, karena ini bukan disebabkan penyakit, tapi karena sistem pencernaannya yang belum bisa bekerja dengan baik.
Sebetulnya sudah lama saya mendengar tentang manfaat kunyit dan kapur sirih untuk mengatasi diare. Berhubung waktu itu saya tinggal di kota (Surabaya) dan tidak ada yang bisa memberi informasi akurat tentang seberapa takarannya untuk bayi baru lahir, saya tidak berani coba-coba. Namun setelah dokter angkat tangan, saya memberanikan diri mencobanya, dengan takaran yang saya kira-kira sendiri. Kunyit sebesar ruas/buku jari kelingking saya parut, saya campur dengan kapur sirih sebesar biji cabai sampai warnanya merah. Saya peras airnya cuma dapat 1/3 sendok kecil. Saya minumkan bayi saya yang baru 6 bulan. Alhamdulillah, puji Tuhan, sekali minum sembuh! Ajaibnya lagi, sejak saat itu diarenya tidak pernah kambuh, paling-paling beberapa bulan sekali, itu pun dengan sekali minum ramuan kunyit+ kapur sirih, sembuh.
Ibu Titah Rahayu
Pemenang ke-2 Kuis Mencintai Herbal Indonesia












