Asam Urat hilang, aku bisa berjalan lagi
Ny.Bernadetta UT, Bekasi Utara.
Enam bulan lamanya saya tidak bisa jalan. Kaki bengkak dari ujung jari kaki hingga lutut dan tidak bisa ditekuk. Selama enam bulan itu pula saya tidak bisa mengenakan sendal apalagi sepatu. Pekerjaan saya sebagai perawat di sebuah Rumah Sakit tidak bisa saya lanjutkan lagi karena kondisi saya benar-benar seperti bayi yang tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menangis. Saya juga sama sekali tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga apapun. Makan dan minum harus dibantu karena tak bisa ambil sendiri. Untuk mandi dan ganti baju juga harus menunggu suami sebelum dan sesudah bekerja di kantor.
Bermula dari kegemaran saya makan jerohan sapi dan juga daging kambing. Nikmat sekali bila makan dengan lauk keripik paru-paru atau gulai babat dan usus. Bila menghadiri pesta perkawinan yang pertama saya nikmati pasti sate kambing atau kambing guling. Rasanya belum afdol kalau belum menikmatinya. Mula-mula hanya terasa kaku dan nyeri bila pagi hari. Setelah minum obat dokter membaik dan sembuh. Setiap kali seperti itu tapi makin lama keluhan saya semakin parah. Bila kaki terkena air saat mencuci baju maka langsung terasa nyeri dan ngilu.
“Kenapa lagi sih ma kakimu?, tanya suami
“Nggak tahu ini pa, sembuh sebentar kok kumat lagi ya”.
“Masih muda kok jalannya seperti nenek-nenek”.
“Aku juga heran nih. Perasaan sudah tidak makan yang aneh-aneh tapi masih sakit juga.”
“Minum obatnya yang teratur dong”.
“Sudah pa, tapi aku bingung juga kok tetap begini saja”.
Ya seminggu sekali saya harus mengeluarkan dana Rp.250.000 untuk beli obat dan konsultasi dokter. Jadi setiap bulan harus disiapkan dana Rp.1.000.000,– untuk beli obat guna mengatasi penyakit asam urat saya yang bandel.. Memang sempat membaik tapi hanya sebentar sembuhnya nanti kambuh lagi. Lama kelamaan obat medis sudah tidak mempan lagi. Akhirnya saya benar-benar seperti orang lumpuh tidak bisa jalan selama 6 bulan. Meski begitu saya tak putus-putusnya berdoa mohon diberikan jalan yang terbaik untuk mengatasi penyakit saya. Hingga suatu kali Tuhan menunjukkan jalan, suami saya membawa pulang buah Mahkota Dewa dengan daunnya dan dia potong-potong lalu direbus. Seminggu lamanya dengan telaten suami selalu merebus buahnya yang masih segar dan badan saya terasa segar namun saya tetap belum bisa jalan. Sampai akhirnya buahnya habis dan bingung mau cari ke mana.
“Bagaimana rasanya ma, sudah lebih enakan?”
“Iya pa sudah mendingan tapi kaki tetap masih bengkak dan belum bisa jalan”.
“Wah ke mana ya mesti dicari buah itu?”
“Coba tanya bu Ning, mungkin dia tahu karena yang menanam Mahkota Dewa di gereja kita kan bu Ning juga.”
Benar saja ternyata bu Ning malah memproduksi ramuannya lalu saya diberikan ramuan Racikan Cangkang Made, Sidaguri dan kapsul Umbi daun dewa dan Pegagan. Karena ingin cepat sembuh, dosis cangkang Made langsung satu sendok makan. Begitu minum saya agak panik karena rasanya seperti orang mabuk, pusing tujuh keliling. Ketika suami telpon ke bu Ning dijelaskan bahwa itu reaksi, teruskan saja. Ya sudah meski rasanya seperti orang mabuk saya tetap lanjutkan minum terus. Puji Tuhan tiga hari kemudian kaki saya kelihatan kempes dan suami menganjurkan agar saya belajar berdiri dan berjalan.
“Ayo ma, dicoba untuk berdiri dan jalan pelan-pelan. Ini bengkaknya sudah kempes kok”.
”Iya pa, saya akan coba, tapi tolong dijagain ya pa, jangan sampai saya jatuh.”
”Sini saya pegangin, ya pelan-pelan coba berdiri dulu. Kalau nggak tahan jangan memaksakan diri. Kalau sudah bisa berdiri tegak tidak sakit lagi berarti sudah bagus ada kemajuan.”
”Eh pa, kayaknya nggak sakit dipakai berdiri nih”.
”Puji Tuhan, nah sekarang belajar jalan pelan-pelan”.
”Ya Tuhan, saya bisa jalan lagi pa, Tuhan Maha pemurah, terima kasih saya bisa berjalan.”
Bener-benar mukzizat Tuhan, 6 bulan saya tergeletak di tempat tidur dan tidak bisa berbuat apa-apa kini saya bisa berjalan lagi. Anugrah Tuhan sungguh luar biasa. Terima kasih bu Ning. Melalui perantaraan ramuan Bu Ning, saya akhirnya bisa sehat kembali dan penyakit asam uratku tak pernah kambuh lagi. Cerita kesembuhan saya terus menyebar ke mana-mana. Bagi yang membutuhkan ramuan bu Ning kami siap membantu.












