Berkat Ramuan Mahkotadewa Kesehatanku Membaik dan Tidak Pingsan Lagi,,,,
Nn. Ovie, Cakung- Jaktim
Sejak kecil saya memang sakit-sakitan. Rumah sakit seperti menjadi rumah kedua bagi saya dan uang yang dicari bersusah payah oleh ayah hanya habis untuk membiayai pengobatan saya. Saya sulung dari empat bersaudara, perempuan tiga dan lelaki satu. Sungguh kasihan kedua orang tua saya, karena cinta kasihnya mereka selalu berupaya mencari segala cara untuk mengupayakan kesembuhan penyakit saya yang datang rombongan. Penyakit yang saya derita adalah leukemia dan epilepsy. Selain itu karena terlalu banyak minum obat sejak kecil akhirnya ginjal dan lever saya terganggu.
Karena penyakit saya itulah saya tak bisa berprestasi di sekolah bahkan saya tak sempat menyelesaikan SMP. Setiap kali berfikir agak berat saya mudah sekali pingsan. Sayapun tak berani keluar rumah karena setiap kali terkena sinar matahari sayapun pingsan. Bila saya pingsan pasti keluar busa dari mulut saya . Yang membuat saya malu dan sedih sering kali saya pingsan di sembarang tempat. Akhirnya saya bagaikan gadis pingitan yang tak boleh keluar rumah. Meski hal ini membuat saya tak bisa bergaul seperti gadis2 sebaya pada umumnya namun saya tak bisa berbuat apa-apa. Saya selalu patuh pada peraturan yang ditetapkan mama dan papa, tidak keluar rumah sama sekali. Hiburan saya hanyalah nonton didepan Televisi. Saya tahu mall dan tempat2 rekreasi hanya dari TV. Riuh rendah dan hingar bingar tempat hiburan hanya bisa saya nikmati di televisi. Duh padahal saya ingin sekali ke sana tapi tak berdaya. Saya mengerti tentang cinta muda-mudi hanya dari cerita2 sinetron. Membayangkan ada pria yang mau jatuh cinta pada sayapun tak berani. Ya Tuhan mengapa cobaan ini begitu berat. Mengapa harus saya yang mengalami? Di puncak kesedihan sering saya marah pada Tuhan mengapa saya dilahirkan hanya untuk menderita?
Suatu kali di akhir tahun 2001 kondisi tubuh saya semakin melemah dan kembali saya harus masuk Rumah Sakit. Sesungguhnya saya sudah bosen keluar masuk RS namun kedua orang tua tak sampai hati melihat saya hanya terbaring lemas. Saya tahu setiap kali masuk RS mama papa harus cari uang ke family atau sahabat dekat. Bila hal ini hanya sesekali tentu tak menjadi masalah namun karena sudah sering kali terjadi akhirnya pengobatan saya tak bisa sampai tuntas dan saya pilih rawat jalan.
Siang malam hanya bisa berdoa mohon petunjuk Tuhan. Syukurlah Tuhan menunjukkan jalan ketika mama membantu memotong buah Mahkota Dewa di rumah ibu Tuty Sarwodi (kakak kandung ibu Ning Harmanto). Dari ibu Tuty saya diberi Teh Racik Made, Sambiloto, Temulawak, Pegagan dan Daun Dewa. Meski pahit saya tekun mengkonsumsi ramuan tersebut. Puji Tuhan hari demi hari tubuh saya seperti memperoleh kekuatan baru. Saya tidak lemas dan tidak loyo lagi.Biasanya saya sulit sekali tidur karena merasakan sakit namun setelah minum ramuan badan menjadi enak tidur. Sungguh puji Tuhan saya bisa tidur nyenyak. Selanjutnya hari demi hari kesehatan saya mulai membaik dan saya tak pernah pingsan lagi. Tahap demi tahap saya belajar main keluar rumah terkena sinar matahari ternyata saya tak pingsan lagi hingga kini.
Ibu Tuty Sarwodi setiap kali menanyakan keadaan saya dan merasa senang mengetahui saya sudah sehat kembali. Namun rupanya cobaan kedua orang tua saya masih ada lagi ketika adik saya yang kuliah di Yogya mengalami sakit lever. Perut dan kakinya membengkak dawn harus masuk rumah sakit juga. Kasihan sekali kedua orang tua saya, permasalahan saya baru saja selesai sudah ditambah lagi dengan permasalahan adik yang cukup berat pula. Mengetahui hal ini ibu Sarwodi memberikan ramuan seperti yang saya minum namun Mahkota Dewanya dalam bentuk instant. Sungguh ajaib dalam waktu dua minggu perut dan kaki adik sudah bisa kempes dan kini sudah kuliah lagi. Luar biasa kasih karunia Tuhan ternyata ramuan yang sederhana bisa membantu kesembuhan qadik adik saya dalam waktu singkat. Seandainya dulu ramuan Mahkota Dewa bisa saya dapatkan tentunya saya tak harus menderita berkepanjangan. Akh aku tak boleh berandai-andai seperti itu, malah menyakitkan. Meski terlambat saya amat bersyukur pada Tuhan akhirnya penderitaan saya yang berkepanjangan telah berakhir.












