Asam Urat lenyap, Kista mengecil | Asam urat dan pengobatannya
Ny.Shirlidia Harsono, Sungai Liat Bangka.
”Wah bagus sekali bu hasilnya.” kata dokter RS.Sint.Elisabeth di Singapore.
“Bagus bagaimana dokter?”
“Ya bagus. Ibu tidak usah takut operasi.”
”Saya tidak mau operasi dokter, saya takut.”
“Sekarang saya malah anjurkan ibu tidak usah operasi”.
“Apa dokter bilang?”, tanya saya tidak percaya.
”Iya, ibu tidak usah operasi karena kistanya sudah mengecil. Juga hasil laboratorium untuk asam urat dan kholestrol sudah normal semua”.
“Puji Tuhan, aduh dokter terima kasih. Saya hampir tidak percaya.Saya sekarang merasa tenang dan senang sekali kalau tidak harus operasi”.
Ya, saya sungguh-sungguh bersyukur ternyata doa saya dikabulkan Tuhan. Dokter yang semula menganjurkan saya harus operasi karena kista di peranakan saya jenis padat dan terus membesar, kini malah melarang saya untuk operasi karena tidak perlu lagi. Sulit dipercaya tapi ini nyata.
Berkat ramuan Mahkota Dewa ibu Ning Harmanto aneka keluhan penyakit saya satu demi satu bisa diatasi dan yang luar biasa saya tidak harus operasi kista atas persetujuan dokter yang terpercaya dari Singapore.
Sebelum mengenal ramuan bu Ning, keluhan saya cukup banyak. Sejak tahun 2001 sampai pertengahan 2002 tiap bangun tidur kaki dan tangan terasa kaku dan hampir seluruh tubuh sering nyeri dan leher bagian belakang sering kaku dan mudah pusing. Hasil laboratorium untuk asam urat hampir tujuh dan kholestrol 301. Selain itu perut kiri bagian bawah terasa nyeri terlebih kalau mau datang bulan. Segala macam obat sudah dicoba namun hasilnya belum maksimal. Sebentar sembuh sebentar kambuh, begitu seterusnya. Lebih dari setahun asam urat saya tidak bisa normal meski saya sudah pantang dan minum obat modern.
Secara kebetulan pertengahan tahun 2002 suami saya mengikuti seminar bisnis di Singapore lalu saya ikut. Saya agak penasaran dengan keluhan-keluhan yang tak kunjung hilang. Ternyata selain bermasalah dengan asam urat dan kholestrol, menurut hasil USG ada kista di peranakan saya tapi masih kecil. Dokter memberi obat dan mengatakan kalau nanti kistanya bisa hilang dan 6 bulan lagi saya harus check up.
Enam bulan kemudian ketika suami ke Singapore saya ikut lagi sekalian kontrol. Ternyata kista saya justru membesar dan saya dianjurkan operasi karena bila kista makin besar akan mempengaruhi kesehatan saya secara keseluruhan. Ya memang setiap bulan menstruasi saya lamanya bisa sampai 12 hari dan banyak sekali. Karena penasaran saya check lagi di Australia.
“Ya tidak bisa ditawar lagi anda harus segera operasi”, kata dokter serius.
“Saya tidak berani operasi dokter, apa tidak ada jalan lain?”
“Terserah ibu, tapi saran saya lebih baik segera operasi”.
Saya benar-benar takut operasi karena trauma dengan kejadian yang dialami adik ipar saya yang akhirnya meninggal karena kanker ganas di rahimnya. Adik ipar sebenarnya sudah mengikuti prosedur medis dengan menjalani operasi dan kemo serta di sinar namun akhirnya meninggal karena kankernya malah semakin parah dan menyebar. Maka apapun yang terjadi saya tetap tidak mau operasi. Karena jalan Tuhan akhirnya saya ketemu bu Ning di sebuah seminar Mahkota Dewa yang diadakan Litbang Depkes di gedung RNI tanggal 6 Agustus 2003 sehari setelah BOM meledak di hotel Marriot berseberangan dengan gedung RNI.
Setahun setelah mengkonsumsi ramuan paket tumor Mahkota Dewa asam urat dan pengobatannya dari bu Ning Harmanto, hasilnya sungguh menakjubkan. Selain kista benar-benar terus mengecil, asam urat dan kholestrol serta trigliserid menjadi normal. Uniknya ramuan tradisional, semula mau mengobati satu penyakit namun ternyata empat penyakit sekaligus bisa teratasi. Setelah membuktikan sendiri hasilnya kini saya terpanggil untuk menolong orang lain dengan menjadi Mitra Usaha Mahkota Dewa bu Ning di Sungai Liat.
Terlebih karena suami sangat mendukung niat saya ini dan sekarang saya senang tinggal di Sungai Liat karena bisa selalu dekat dengan suami. Saya bahagia setiap kali mendengar informasi kesembuhan para pasien yang saya tangani banyak yang sembuh. Saya juga pernah mengundang Bu Ning dan tim Mahkota Dewa bulan September 2004 agar masyarakat Sungai Liat lebih meyakini potensi alam Indonesia terutama ramuan Mahkota Dewa. Atas ijin bu Ning saya juga mulai belajar memberikan penyuluhan pada ibu-ibu Rumah Tangga di Sungai Liat. Pada hal selama ini saya paling takut bicara di depan umum. Kini ternyata hidup saya lebih bermakna. Terima kasih Tuhan.












