Uti, Anjingku Terbebas dari Kurap dan Kudis yang Kronis.
Uti adalah nama anjing saya. Anjing mungil yang cantik ini saya temukan di jalanan. Sebagian orang membuang anjingnya yang berjenis perempuan karena akan merepotkan jika nanti kawin dan beranak. Saya memang suka memelihara binatang dan mudah jatuh hati jika bertemu binatang terlantar. Karena anjingnya mungil, saya beri nana Uti. Saat saya temukan dulu, Uti kurus, bau, dan dekil.
Begitu sampai rumah, Uti makan dengan sangat rakus. Setelah itu, saya mandikan dan saya sampho. Hari demi hari Uti tumbuh menjadi anjing yang patuh dan lincah. Setiap saya pulang ke rumah, dia selalu menyambut dengan gonggongannya yang lucu dan tingkahnya yang menggemaskan. Kalau saya belum bilang “Sudah diam” atau “Duduk”, Uti terus mengajak bermain-main.
Uti sering menggaruk-garukkan kaki ke lebernya. Begitu saya periksa, ternyata kulitnya memerah dan terlihat bintil-bintil kecil. Karena tak mau sakitnya makin parah, saya bawa dia ke dokter hewan dan diberi obat sakit kulit yang cukup mahal. Namun, seminggu kemudian sakit kulitnya tak kunjung sembuh. Saya bawa lagi ke dokter dan diberi obat yang lebih mahal lagi.
Saking inginnya Uti segera sembuh, saya bilang kepada dokter, “Dokter, tolong berikan salep yang lebih manjur. Kasihan Uti menggaruk-garuk terus.”
“Okey, tetapi harganya agak mahal.”
“Ya nggak masalah. Yang penting Uti cepat sembuh.”
Harapan tinggal harapan. Seminggu kemudian tetap saja belum ada perubahan. Akhirnya, bulu-bulunya saya gunting habis agar mudah memberikan obatnya.
Secara kebetulan, saya buka-buka bukunya Ibu Ning tentang mahkota dewa yang mengandung khasiat antihistamin dan antialergi. Kebetulan saya sudah membeli beberapa ramuan Ibu Ning, termasuk minyak mahkota dewa. Kalau ramuan ini bagus untuk manusia, mengapa tidak saya coba untuk anjing saya? Sambil berdoa, saya mencoba meramu sendiri teh cangkang mahkota dewa yang campur dengan teh sidaguri, masing-masing satu sendok makan. Keduanya saya rebus dengan satu liter air. Saya biarkan sampai menjadi hangat-hangat kuku. Uti saya mandikan dengan air biasa lalu saya sampho. Setelah bersih, saya guyur dengan air mahkota dewa yang sudah hangat-hangat kuku. Begitu selesai mandi, Uti nampak tenang. Kemudian saya oleskan minyak mahkota dewa di leher dan tubuhnya yang sakit. Perlakuan ini saya berikan setiap hari. Hasilnya, nyata sekali perubahan yang saya lihat. Kulit Uti semakin halus dan tidak kasar serta tak pernah digaruk lagi.
Seperti dikisahkan Nn. Novita Handayani kepada Ny Ning Harmanto dalam bukunya berjudul MENAKLUKKAN PENYAKIT BERSAMA MAHKOTA DEWA edisi revisi terbitan AGROMEDIA.












