Daun Sukun bisa menjadi PANASEA.
Hasil riset di berbagai lembaga .
Titi Matsani merasa risih. Dalam sehari lebih dari 30 kali la bolak-balik ke kamar mandi untuk berkemih. “Blla sedang berada di rumah tidak masalah. tapi jika sedang beraktiftas di luar rumah sangat merepotkan,” kata perempuan yang aktif mengikuti kegiatan sosial itu. Perempuan 60 tahun itu kerap terjaga sepanjang malam karena urusan ke peturasan hingga 6 kali. Setiap kali berkemih, warna urine kekuningan.
Warga Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Kotamadya Jakarta Pusat. Itu lalu memeriksakan diri ke pusat kesehatan masyarakat di Kecamatan Tanahabang. Jakarta Pusat. Dokter menyebutkan keluhan itu karena Titi kelelahan. Dokter meresepkan obat yang harus dikonsumsi dua kali sehari. Tiga hari berlalu. tak ada perubahan, Beberapa kolega menduga Titi menderita diabetes meilitus. Diabetesi atau penderita diabetes biasanya mengalami polluria-banyak kencing-terutama di malam hari, polidipsia (gampang haus dan banyak minum, polifagia (mudah lapar dan banyak makan!. Ciri lain, mudah lelah dan sering mengantuk. penglihatan kabur. sering pusing dan mual, bobot badan turun, serta sering kesemutan dan gatal di tangan dan kaki.
Hasil pemeriksaan laboratorium di salah satu rumahsakit di Jakarta Pusat menunjukkan kadar gula darahnya normal. Seorang kawan lama menyarankan Titi untuk mengonsumsi seduhan daun sukun. la menyeduh satu kantong menyerupai teh celup dalam 250 ml air panas dan mengonsumsinya tiga kali sehan. Dua hari mengonsumsi seduhan itu frekuensi berkemih menurun drastis. “Siang empat kali, malam paling dua kali.” tutur Titi bahagia.
Air rebusan
Sejatinya riset membuktikan daun sukun Artocorpus oltilis herbal tepat untuk para diabetesi. Nublah dari Fakultas Biologi. Universitas Gadja Mada (UGM), menguji pemberian ekstrak daun sukun pada tikus jantan galur wistar yang diberi glukosa monohidrat sehingga mengalami hiperglikemia alias kadar gula darah tinggi. Pemberian 1,35 g glukosa monohidrat per 200 g bobot badan menyebabkan kadar gula darah tikus naik dari 88,95 mg/dl menjadi 173.95 mg/dl.
Nublah lalu mengekstrak daun sukun menggunakan pelarut kloroform bersifat nonpolar dan metanol. bersifat lebih polar, la juga merebus 50 g daun yang dikeringkan di bawah sinar matahari dalam 2 liter air menjadi 1 liter. Nublah memberi semua bahan itu pada tikus percobaan masing-masing 150 mg per kg bobot badan pada menit ke-70 pascapemberian pemantik diabetes dan mengamati hasilnya.
Riset menunjukkan pada menit ke-120 air rebusan mampu menurunkan kadar gula darah dengan lebih baik (102.80 mg/dl) dibanding ekstrak kloroform (114,20 mg/dl) dan metanol (123.80mg/dll. Pemberian hasil fraksinasi air rebusan daun sukun juga menunjukkan hal sama. “Meski kemampuannya belum sebanding dengan Glibenklamid tapi herbal mempunyai banyak kelebihan. Efek samping rendah, target spesifik sehingga tidak mengenai sel normal,” papar Prof Dr Sukarti Moeljopawiro PhD, guru besar Fakultas Biologi UGM.
Dari Bandung
Itu sejalan dengan hasil riset Puspa DN Lotulung, Sofa Fajriah. Andini Sundowo, dan Euis Filaiia dari Pusat Penelitian Kimia LJPI di Serpong. Tangerang. Provinsi Banten. Periset mengisolasi senyawa fiavonoid daun sukun yaitu 8-geranyl-4.5.7-trihydroxyflavone yang bersifat sebagai antidiabetes kuat.
Riset tentang daun ‘ulu, sebutan di Hawaii, juga berkembang di mancanegara. Yu Wang, Kedi Xu. Lin Un. Yuanjiang Pan, Xiaoxiang Zheng dari Departemen Rekayasa Biomedis, Universitas Zhejiang, China, mengidentitikasi fiavonoid geranyl daun sukun sebagai antikanker. Mereka menguji senyawa geranyl dihydrochacones pada sel kanker paru, kolon, dan lever.
Hasil riset menunjukkan senyawa yang diisolasi dalam bentuk minyak berwarna kekuningan paling potensial sebagai lawan tanding kanker paru-paru dan kolon, Para periset menggunakan daun sukun asal Bandung, Jawa Barat Mereka menyebutkan secara tradisional masyarakat setempat memanfaatkan daun tanaman kerabat nangka itu untuk mengatasi sirosis hati, hipertensi. dan diabetes. Riset di berbagai lembaga membuktikan, daun sukun bisa menjadi panasea.istilah panasea berarti bisa menyembuhkan macam-macam penyakit, bukan segala penyakit.
Sumber : Majalah TRUBUS edisi APRIL 2012
Guna memperoleh daun sukun yang praktis bisa dikonsumsi Teh Ostea+ produksi PT Mahkotadewa Indonesia.












