Get Adobe Flash player

Klik tombol "play" untuk mendengarkan Talk Show Radio Camajaya

Chat langsung dengan Konsultan Herbal kami
Penjelasan Mengenai Herbal Neck Pillow
Produk Baru

Informasi Manfaat Teh

Minyak Angin Aromatherapy

Peluang Usaha
Newsletter : INFO SEHAT & PROMO
Name:
Join Us

Facebook Group

follow @ningharmanto

Follow @KlinikNH
Kategori Artikel
Penjelasan Diabetes

Info Buah

Atasi kanker dengan buah dan sayur sehari 1 kg

“Saya divonis menderita kanker payudara ganas dan harus operasi tapi saya takut lalu saya memaksa keluar dari Rumah Sakit dan menghubungi kliniknya bu Ning dikasih paket herbal dan dianjurkan makan buah satu hari 1 kg dan disarankan berdoa. Yakin dan percaya Tuhan menyembuhkan saya. Puji syukur pada Tuhan kanker payudara saya sembuh total”. Di Klinik herbal Ny. Ning Harmanto selalu dianjurkan untuk mengonsumsi buah dan sayuran lebih banyak dibandingkan dengan nasi dan lauk pauk. Jika memungkinkan makan buah dan sayur 60% dan lainnya 40%. Dari data yang ada memang benar kesembuhan pasien sangat dipengaruhi oleh pola makannya. Contohnya, Ny. Hana dari Bekasi yang menderita kanker payudara ganas hingga pecah tiga kali, bisa sembuh secara medis dalam waktu enam bulan karena selain minum paket kanker dari Klinik Mahkotadewa, dia juga minum jus wortel dan apel malang sebanyak 1 kg setiap hari selama tiga bulan penuh. Sayur dan buah jika dibuat jus akan mudah diserap oleh usus kita dan bisa membantu proses pencernaan. Usus, hati, dan pankreas tidak perlu bekerja terlalu keras untuk menghasilkan zat-zat gizi yang penting bagi tubuh. Jus buah dan sayur juga bisa berfungsi sebagai antibiotik melawan infeksi, mengurangi rasa sakit, dan mengatasi kerusakan sel. Penelitian Gladys Block, Ph.D, seorang peneliti kanker di Universitas California, Berkley, AS menyimpulkan bahwa mengonsumsi sayuran hijau secara teratur dapat menyusutkan terjadinya risiko menderita penyakit kanker hingga separuhnya. Sayuran berwarna hijau tua lebih banyak mengandung klorofil A dibandingkan dengan sayuran yang berwarna hijau muda. Sebaliknya, sayuran yang berwarna hijau muda lebih banyak mengandung klorofil B dibandingkan dengan sayuran berwarna hijau tua. Dalam kloroplas juga terdapat pigmen lain, yaitu karoten. Semakin hijau warna daun, kandungan karotennya akan semakin tinggi. Selain itu, menurut penelitian Dr. Jo Ann Manson dari Harvard Medical School, sayuran berwarna hijau dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti stroke, jantung koroner, dan hipertensi. Keunggulan sayuran hijau telah dibuktikan oleh banyak peneliti. Kandungan karotenoid yang ada dalam sayuran bukan karotenoid tunggal, tetapi merupakan kumpulan dari beberapa karotenoid aktif, khususnya betakaroten, alfakaroten, dan lutein, sehingga tidak mengherankan jika kemampuannya dalam menghabisi sel kanker berlipat ganda. Pasukan senyawa musuh kanker ini juga didukung klorofil. Karenanya, beberapa daun yang berkhasiat sebagai obat kanker seperti daun dewa, daun pegagan, sambung nyawa, dan daun sendok juga baik jika dicampurkan dengan masakan, terutama sayur, yakni sayur lodeh, sayur bening, sup trancam, atau pepes (baca buku Menu Aman & Sehat bagi Penderita Kanker, Jakarta, AgroMedia: 2005).

Sumber : copas – catatan Ning Harmanto Full

Penjelasan Penyakit Kanker

Penjelasan Penyakit Diabetes

Share

Buah yang aman dikonsumsi penderita diabetes

Buah sangat sehat dan bergizi karena mengandung banyak protein dan vitamin. Penderita diabetes harus sangat berhati-hati dalam memilih buah yang hendak dimakan. Tidak semua buah baik untuk penderita diabetes. Jika Anda penderita diabetes, Anda perlu makan buah-buahan yang tidak meningkatkan kadar gula darah Anda.

Hal ini dikarenakan banyak buah yang kaya gula yang dapat benar-benar berbahaya bagi penderita diabetes. Buah dengan indeks glikemik rendah (GI) baik untuk penderita diabetes karena melepaskan glukosa secara perlahan. Ini dapat mengatur kadar gula darah Anda. Berikut adalah buah-buahan yang baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes, seperti dilansir Boldsky.

1. Stroberi

Berries, khususnya stroberi, memiliki indeks glikemik yang rendah. Ini membuat Anda kenyang lebih lama dan juga menstabilkan kadar gula darah.

2. Apel

Apel adalah buah yang rendah indeks glikemik dan yang paling penting, memiliki banyak antioksidan.

3. Jeruk

Buah jeruk kaya akan antioksidan, serat larut dan rendah indeks glikemik yang menjaga gula darah stabil dan terkendali.

4. Jambu

Buah ini rendah indeks glikemik, kaya serat larut dan vitamin C. Jambu juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

5. Anggur

Anggur kaya gula tetapi rendah indeks glikemik. Jika dikonsumsi dalam jumlah terbatas, anggur dapat memperlambat pencernaan, sehingga memungkinkan penyerapan nutrisi lebih.

6. Pir

Buah ini tersedia sepanjang tahun. Anda dapat menambahkan buah ini dalam menu harian Anda karena rendah indeks glikemik dan dapat mengontrol diabetes.

Inilah enam buah sehat yang baik untuk penderita diabetes. Selamat mencoba!

Sumber : merdeka.com, 14 April 2013

Penjelasan Penyakit Kanker

Penjelasan Penyakit Diabetes

Share

Rutin Makan Tomat Bantu Cegah Depresi

Tomat ternyata dapat mengurangi depresi. Sebuah studi baru di Jepang menyatakan, dengan memakan tomat hanya dua hari dalam seminggu dapat mengurangi risiko depresi hingga setengahnya.

Para peneliti menganalisis kesehatan mental dan pola makan dari 986 orang, dan mereka mencatat sebanyak sekitar 70 orang partisipan rutin makan buah tomat secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk menderita depresi.

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders ini menemukan bahwa mereka yang makan tomat dua sampai enam kali seminggu yaitu sebanyak 46 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami depresi dibandingkan mereka yang makan mereka kurang dari sekali seminggu.

Selanjutnya, para peneliti menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi produk tomat setiap hari mengurangi risiko depresi mereka sebanyak 52 persen.

Bagaimana dengan buah-buahan dan sayuran lainnya?

Ternyata para peneliti mengatakan bahwa buah-buahan dan sayuran lainnya tidak memiliki manfaat yang sama seperti tomat. Sayuran seperti kubis, wortel, bawang, labu dan sayur-sayuran berwarna hijau tampaknya memiliki sedikit atau tidak berpengaruh sama sekali pada mental para partisipan

Para peneliti mencatat bahwa sebanyak 34,9 persen partisipan memiliki gejala depresi baik ringan atau berat, bahkan 20,2 persen partisipan mengalami depresi berat di beberapa titik dalam hidup mereka. Menurut peneliti, faktor umur mempengaruhi seseorang menderita depresi. Orang tua lebih rentan menderita depresi karena efek suasana hati mereka akibat kesehatan menurun dan kesepian.

Pimpinan riset dr. Kaijun Niu dari Tianjin Medical University China mengatakan, tujuan dari penelitian ini adalah ingin melihat apakah tomat, dengan zat antioksidannya yang kaya dan dipercaya dapat melindungi terhadap beberapa penyakit, juga dapat membantu memperbaiki kondisi psikologis seseorang.

Tomat selama ini dikenal sebagai sumber likopen, sejenis antioksidan yang membuat warna merah pada tomat. Likopen dapat merendahkan resiko kanker prostat dan serangan jantung. Penelitian ini membuktikan bahwa likopen juga dapat melindungi kesehatan mental dan fisik dengan mengurangi stres oksidatif atau kerusakan sel-sel otak yang sehat.

Namun peneliti belum dapat mengetahui secara jelas cara kerja likopen untuk melindungi kesehatan mental. Apakah likopen secara langsung mempengaruhi otak sehingga mencegah terjadinya depresi, ataukah melindungi keadaan mental seseorang dengan mencegah terkena dari penyakit degeneratif seperti kanker.

Sumber : KOMPAS.com , 10 Desember 2012

Penjelasan Penyakit Kanker

Penjelasan Penyakit Diabetes

Share

TERAPI SAYUR DAN BUAH UNTUK KESUBURAN SUAMI ISTRI

Semangka:

Jika kita makan sepotong semangka (1/8 bagian), berarti kita sudah mengasup 15-20 mg likopen. Bersama vitamin C dan betakaroten dalam buah semangka, likopen dapat melawan berbagai jenis kanker. Dalam sebuah riset dilaporkan bahwa konsumsi likopen yang cukup pada pria bisa membantu menurunkan resiko kanker prostat. Di India pernah dilakukan penelitian terhadap 30 pasangan tidak subur, khususnya terhadap laki-laki dari pasangan tersebut yang berusia 23-45 tahun. Mereka memiliki masalah dengan sperma, yakni jumlah sperma terbatas, struktur sperma tidak normal,dan pergerakannya lamban. Dua kali dalam sehari mereka diberi makanan kaya likopen yang masing-masing menyumbangkan 20 mg likopen (setara 1/2 bagian semangka) selama 3 bulan terus-menerus. Hasilnya, setelah 3 bulan menjalani terapi, rata-rata jumlah sperma mereka meningkat 67%, struktur sperma mengalami perbaikan sebanyak 63%, dan kegesitan sperma melonjak 73%. Yang mengejutkan, 6 di antara laki-laki yang tadinya tidak subur tersebut ternyata sukses menghamili istrinya. Jadi, tidak ada salahnya jika ingin mendapatkan keturunan kita memperbanyak konsumsi semangka. Semangka juga menyimpan senyawa pembangkit gairah, yaitu sitrulin. daya kerja senyawa ini diketahui setara dengan viagra. Senyawa kelompok asam amino ini dapat memicu produksi nitrit oksida, yang berperan dalam peningkatan kemampuan seksual pria. Sitrulin juga mudah diserap tubuh dan mengalir dalam darah.

JAMBU BIJI MERAH :

Hampir semua buah berwarna cerah kaya likopen. Meski tampak berwarna kekuningan pada bagian luar buah jambu biji lokal merah, namun bagian daging buahnya sangat merah. Seperti halnya tomat, daging buah jambu biji lokal yang berwarna merah juga kaya akan likopen. Likopen dalam jambu biji lokal merah bersifat antioksidan dan menyuburkan sistem reproduksi pria. Oleh karena itu, konsumsi jus jambu biji merah secara rutin juga dapat meningkatkan kesuburan pada pria.

Daun Katuk :

Daun Katuk Tidak hanya sebagai pelancar ASI daun katuk juga kaya senyawa yang dapat menggenjot mutu dan jumlah sperma, termasuk membangkitkan vitalitas seksual. Daun katuk dipenuhi senyawa fitokimia berkhasiat obat. Sedikitnya mengandung tujuh senyawa aktif yang dapat mernagsang sintesis hotmon-hormon steroid (seperti progesterone, astradiol, terstosteron, glukokortikoid) dan senyawa eikosanoid (diantaranya prostaglandin, prostasiklin, tromboksan, lipoksin, leukotrien). Jika dikonsumsi wanita, senyawa aktif dalam daun katuk akan memacu pembentukan hormon kewanitaan, sehingga kulit menjadi halus. Rambut lebih sehat dan lembut. Sebaliknya, dalam tubuh laki-laki senyawa aktif daun katuk akan merangsang pembentukan hormon keperkasaan, yang akan menggenjot vitalitas seksual. Bahkan, produksi sperma melaju pesat seiring dengan peningkatan kualitasnya. Daun katuk dipuji mampu mengembalikan vitalitas dan kesuburan pria loyo. Bersambung…….

Share

Kiwi, Si Mungil Sahabat Pencernaan

Buah kiwi selama ini telah dikenal sebagai salah satu jenis buah yang tinggi kandungan nutrisi dan vitamin C. Namun lebih dari itu, kiwi sebenarnya juga menyimpan manfaat tersembunyi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Di balik kulit coklatnya yang berbulu serta daging buah berwarna hijau, kiwi ternyata mengandung satu enzim pencernaan yang dapat membantu penyerapan protein. Enzim itu disebut actinidin. Ini adalah enzim protease (penghancur protein) yang ada pada buah kiwi hijau, berfungsi mencerna protein sehingga mudah diserap tubuh.

Seperti diketahui, dalam proses pencernaan yang terjadi mulai dari mulut hingga usus halus, tubuh membutuhkan berbagai enzim pencernaan, yaitu protease (untuk mencerna protein), lipase (mencerna lemak), dan amilase (mencerna karbohidrat). Saluran cerna yang sehat akan mencegah masuknya bakteri dan racun serta menjaga daya tahan tubuh. Untuk menjaga saluran cerna tetap sehat, tubuh membutuhkan makanan bergizi seperti buah.

“Buah mengandung serat, probiotik, dan enzim pencernaan yang berperan membantu pencernaan dan penyerapan. Salah satu buah, yaitu kiwi hijau, mengandung vitamin dan mineral, antioksidan, serat prebiotik serta enzim actinidin,” ujar pakar gizi dari Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Fiastuti Witjaksono, Sp.GK, Selasa, (8/5/2012), di Jakarta.

Keunggulan lain buah kiwi adalah memiliki kandungan vitamin C dua kali lebih tinggi ketimbang jeruk dan terbukti 5 kali lebih efektif diserap oleh tubuh. Buah kiwi juga kaya akan asam folat yang bermanfaat bagi ibu yang ingin hamil, juga memiliki glycaemic index yang rendah sehingga aman bagi penderita diabetes.

Bantu proses pencernaan

Fiastuti memaparkan, kandungan serat pada buah kiwi hijau sangat tinggi dibandingkan jenis buah lain seperti pisang, apel dan jeruk. Serat pada buah kiwi terbagi kedalam dua jenis yakni serat larut dan serat tidak larut.

Serat larut berperan dalam membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, dengan membantu penyerapan gula lebih lambat, sehingga menyebabkan peningkatan kadar gula darah tidak berlebihan dan juga tidak turun drastis.

“Serat larut pada kiwi juga membantu menstabilkan kadar lemak darah, dengan cara mengikat lemak dan membantu menjaga kadar lemak darah,” katanya.

Sementara itu, serat tidak larut berfungsi membantu menjaga kesehatan usus dengan mencegah konstipasi dan memberi makan bakteri baik. Karena, menurut Fiastuti, usus tidak hanya berfungsi untuk pencernaan tapi juga berfungsi menjaga dan mencegah masuknya bakteri jahat kedalam tubuh, mencegah masuknya racun dan menjaga daya tahan tubuh.

Jadi, kalau selama ini orang berpikir usus hanya berfungsi untuk penyerapan saja, itu keliru. Apabila usus tidak sehat, maka bakteri akan mudah masuk ke sel-sel usus sehingga menyebabkan sakit pada tubuh.

“Kalau kita kurang makan serat tidak larut, buang air jadi susah. Akibatnya racun, kotoran dan bakteri akan berada di usus lebih lama. Semakin lama dia berkontak dengan dinding usus akan merusak sel-sel usus,” jelas Fiastuti.

Enzim unik

Buah kiwi telah lama dipercaya dapat membantu pencernaan di lambung, selain kandungan serat (fiber) yang tinggi, buah kiwi  mengandung enzim unik, yaitu actinidin yang berfungsi mencerna protein sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh.

Hal ini diperkuat dengan dua hasil penelitian laboratorium dan satu penelitian dengan percobaan pada binatang yang dilakukan oleh Riddet Institute, Massey University dan Zespri International. Penelitian menggunakan ekstrak buah kiwi hijau Zespri sebagai sumber enzim actinidin. Penelitian ini menggunakan sebuah metode penelitian laboratorium untuk melihat pencernaan di lambung dan usus.

Dalam kajiannya, peneliti menggunakan berbagai makanan sumber protein seperti daging sapi, protein susu (whey protein), susu kedelai, protein gandum (gluten) protein dari jagung, kolagen dan gelatin. Kemudian makanan itu dicoba dicerna dengan simulasi pencernaan lambung dan usus dengan diberi tambahan actinidin, yang berasal dari ekstrak buah kiwi.

Hasil peneliti menunjukkan bahwa, kandungan actinidin dan serat pada kiwi dapat membantu pencernaan protein lebih baik, membantu menjaga kadar gula dan lemak darah dan membentu menjaga kesehatan usus.

“Protein yang diserap dengan baik akan memberikan manfaat sebagai zat pembangun, mengganti sel-sel yang rusak dan menjaga metebolisme tubuh bekerja dengan baik,” ucap Fiastuti.

Sumber : Kompas.com, 9 Mei 2012

Share
Links
PT Mahkotadewa Indonesia Toko Online Affiliate Program
Peta Lokasi Klinik Pusat

Lihat Klinik Herbal Ny. Ning Harmanto di peta yang lebih besar