Get Adobe Flash player
YM Satus
Talk Show Radio

Produk Baru

Informasi Manfaat Teh

Minyak Angin Aromatherapy

Join Us

Facebook Group

follow @ningharmanto

Newsletter : INFO SEHAT & PROMO
Name:
Kategori Artikel
Penjelasan Diabetes
Ibu Wati, penderita Diabetes
Tertarik Bisnis Herbal?

Peluang Usaha Bisnis Herbal

Info Penyakit

KANKER ANUS

kanker anus adalah penyakit yang berbahaya (kanker) dalam bentuk sel tisu dalam anus.

Anus adalah bagian akhir dari usus besar, di bawah bagian rektum yang dilalui kotoran (limbah padat) untuk keluar dari tubuh. Anus yang dibentuk adalah sebagian dari luar lapisan kulit dari tubuh dan sebagian dari usus. Dua-ring seperti otot, disebut otot sphincter, berfungsi untuk membuka dan menutup anus, anus membuka agar kotoran keluar dari tubuh. anal kanal, bagian pembukaan antara dubur dan anal panjangnya sekitar 1 ½ inci.

Kulit luar sekitar dubur yang disebut daerah perianal. Tumor di daerah ini adalah Tumor kulit, bukan kanker anus.

Terinfeksi dengan papillomavirus manusia (HPV) dapat mempengaruhi resiko pengembangan kanker anus.

Faktor risiko meliputi:

* Usia lebih dari 50 tahun.
* Terinfeksi dengan human papillomavirus (HPV).
* Memiliki banyak pasangan seks.
* Melakukan hubungan anal seks.
* Anus sering mengalami kemerahan, pembengkakan dan kesakitan.
* Menderita anus fistula (bukaan yang tidak normal).
* Merokok.

Kemungkinan tanda kanker anus termasuk pendarahan dari anus atau dubur atau benjolan di dekat anus. Ini dan gejala lainnya dapat disebabkan oleh kanker anus.

Kondisi lain dapat menyebabkan gejala yang sama. Harus berkonsultasi ke Dokter jika ada masalah yang berikut ini:
* Pendarahan dari anus atau dubur.
* Sakit atau tekanan di daerah sekitar dubur.
* Gatal-gatal atau banyak keluar lendir dari anus.
* Benjolan di dekat anus.
* Perubahan kebiasaan BAB.

Pengujian untuk memeriksa dubur digunakan untuk mendeteksi (menemukan) dan diagnosa kanker anus.

Sumber  ; www.dokteryudabedah.com

Penjelasan Penyakit Kanker

Penjelasan Penyakit Diabetes

Share

Wasir Kambuhan, Awas Kanker Rektum!

Jika anda menderita wasir atau ambien secara berulang-ulang dan tidak kunjung sembuh, waspadalah! Anda mungkin menderita kanker rektum atau kanker yang terjadi pada usus besar.

Menurut Kepala Unit Layanan Rujukan RS Dharmais, dr. Rismawaty Amiruddin, yang ditemui di sela-sela penyuluhan dini tentang kanker di Jakarta, Selasa (13/1), jika alat pencernaan terganggu dapat mengakibatkan perubahan kebiasaan buang air, yang dapat menyebabkan wasir.

Jika ambien tersebut tidak sembuh dan terjadi secara berulang-ulang, hal ini perlu diperiksakan lebih lanjut, karena kemungkinan pasien menderita kanker rektum.

Gejalanya adalah timbulnya benjolan-benjolan kecil di sekitar anus yang tumbuh menjadi besar, sekitar 1- 2 sentimeter. Awalnya, pasien mengira hanya mengidap ambien biasa, karena berdarah dan buang air besar tidak lancar.  Selain itu, banyak pasien merasa malu melakukan pengecekan, karena berhubungan dengan bagian bawah.

“Pernah ada pasien yang telat berobat, wajahnya sudah pucat, dan ketika diperiksa, benjolannya sudah sebesar kembang kol”, ujar Rismawaty.

Kanker rektum ini memang bukan penyakit yang paling banyak diderita di Indonesia, tapi termasuk 10 kasus kanker yang sering dilaporkan. Di negara maju, kanker ini menduduki peringkat tiga terbesar dan dapat menyebabkan kematian.

Kanker rektum ini terjadi pada bagian rektum usus besar, yang disebabkan karena saluran pencernaan terganggu akibat pola makan yang tak seimbang dan kurang makanan yang berserat.

“Jadi, orang yang menderita ambien dan belum sembuh, tidak perlu malu untuk memeriksakan ke dokter spesialis”, ujar Rismawaty.

Sumber : KOMPAS.com, Selasa, 13 Oktober 2009

Guna mengatasi penyakit wasir kami mempunyai solusi herbalnya antara lain kapsul Handeleum.. untuk keterangan lebih lanjut kami persilahkan mengunjungi website kami www.ningharmanto.com

Penjelasan Penyakit Kanker

Penjelasan Penyakit Diabetes

Share

MAMMARY DUCT ECTASIA

Mammary duct ectasia terjadi ketika saluran susu di bawah puting membesar, dinding saluran menebal dan saluran terisi dengan cairan. Saluran susu kemudian tersumbat dengan zat yang kental dan lengket.

Perubahan itu sebenarnya normal dan tak perlu dikhawatirkan, sebab mammary duct ectasia bukanlah tanda atau faktor yang berisiko menyebabkan kanker payudara.

Mammary duct ectasia terjadi paling sering pada wanita di usia 40-an dan 50-an. Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi beberapa wanita mungkin mengalami nyeri pada puting dan payudaranya, atau mengalami peradangan di daerah dekat puting (mastitis periductal).

Mammary duct ectasia biasanya membaik tanpa pengobatan. Namun, jika gejalanya tetap berlangsung lama, mungkin perlu antibiotik atau pembedahan untuk mengangkat saluran susu yang terkena.

Gejala
1. Puting berubah warna menjadi berwarna kehijauan, hitam, atau putih kotor
2. Perubahan terjadi pada salah satu atau kedua puting payudara
3. Puting susu atau jaringan payudara di sekitarnya menjadi lembut
4. Payudara berwarna kemerahan
5. Terdapat benjolan atau penebalan

Infeksi bakteri yang disebut mastitis juga bisa terjadi pada saluran susu yang terkena dan menyebabkan peradangan di daerah sekitar puting sehingga menyebabkan demam. Tanda dan gejala mammary duct ectasia biasanya membaik dengan sendirinya.

Penyebab

Di dalam payudara terdapat sistem saluran susu, yaitu bagian kecil yang mengalirkan susu ke puting. Mammary duct ectasia terjadi ketika saluran susu di bawah puting membesar dan meradang. Para ahli tidak tahu persis apa penyebab gangguan ini. Beberapa ahli berspekulasi penyebabnya dikaitkan dengan:
1. Penuaan.
Ketika bertambah usia, komposisi jaringan payudara berubah dari banyak mengandung kelenjar menjadi banyak mengandung lemak. Proses ini disebut involusi. Perubahan ini kadang-kadang dapat menyumbat saluran susu dan menyebabkan peradangan.
2. Merokok.
Merokok dapat berkaitan dengan pelebaran saluran susu yang menyebabkan peradangan dan gangguan mammary duct ectasia. Efek merokok terhadap jaringan payudara tampaknya lebih besar pada wanita muda.
3. Inversi puting atau puting terbalik, yaitu suatu kondisi dimana puting tidak muncul keluar, namun menghadap ke dalam payudara. Puting yang terbalik bisa menyumbat saluran susu dan menyebabkan peradangan serta infeksi. Inversi puting juga bisa menjadi tanda dari kondisi yang lebih serius, seperti kanker.

Sumber : detikHealth.com, 18-10-2011

Penjelasan Penyakit Kanker

Penjelasan Penyakit Diabetes

Share

PTERIGIUM

Penyebab pterigium belum dapat dipahami secara jelas. Namun, pterigium banyakterjadi pada mereka yang banyak menghabiskan waktu di luar rumah dan banyak terkena panas terik matahari. Faktor resiko terjadinya pterigium adalah tinggal di daerah yang banyak terkena sinar matahari, daerah yang berdebu, berpasir atau anginnya besar.
Pterigium Sering ditemukan pada petani, nelayan dan orang-orang yang tinggal di dekat daerah khatulistiwa. Jarang menyerang anak-anak.

Paparan sinar matahari dalam waktu lama, terutama sinar UV, serta iritasi mata kronis oleh debu dan kekeringan diduga kuat sebagai penyebab utama pterigium. Gejala-gejala pterigium adalah mata merah, iritasi, inflamasi, dan penglihatan kabur. Meskipun seseorang yang merasakan gejala tersebut tidak selalu berarti terkena pterigium, tetap disarankan untuk tetap periksa ke dokter mata.

Tampak sebagai penonjolan jaringan putih disertai pembuluh darah pada tepi dalam atau tepi luar kornea.
Pterigium bisa menyebabkan perubahan bentuk kornea sehingga terjadi astigmata dan gangguan penglihatan lainnya.
Jika sampai ke daerah pupil dan mengganggu penglihatan, pterigium harus diangkat melalui pembedahan.
Untuk mencegah berulangnya pterigium, sebaiknya para pekerja lapangan menggunakan kacamata atau topi pelindung.

Untuk mencegah berulangnya pterigium, sebaiknya para pekerja lapangan menggunakan kacamata atau topi pelindung

Sumber : balistta.blogspot.com

Guna mengobati pterigium bisa menggunakan obat tetes mata Radix Vitae

untuk konsultasi silahkan hubungi www.ningharmanto.com

Share

Penyebab Laryngeal Papillomas

DEFINISI
Laryngeal papillomas adalah tumor langka yang tidak bersifat kanker (benign) pada kotak suara (larynx).

PENYEBAB
Laryngeal papillomas disebabkan oleh papillomavirus manusia. Meskipun bisa terjadi di usia berapapun, papillomas paling sering mengenai anak berusia antara 1 dan 4 tahun. Papilloma dicurigai ketika orangtua menemukan suara parau, teriakan lemah, atau perubahan lain pada suara anak. Papilloma seringkali berulang dan kadangkala menyebar kedalam pipa udara dan paru-paru, mengganggu saluran udara. Jarang, menjadi kanker.

DIAGNOSA
Laryngeal papilloma dideteksi menggunakan laryngoscope untuk melihat kotak suara. Dokter melakukan biopsi dimana mereka mengambil contoh papilloma untuk memastikan diagnosa.

PENGOBATAN
Operasi adalah pengobatan yang sering digunakan. Pengobatan dengan obat-obatan tersedia untuk papilloma yang cepat sembuh atau menyebar di seputar larynx. Kebanyakan anak membutuhkan sejumlah prosedur sepanjang masa kanak-kanak untuk mengangkat tumor sebagaimana mereka muncul kembali. Ketika pubertas, beberapa papilloma bisa muncul dengan sendirinya.

Sumber : www.specialistInfo.com

Guna mendapatkan herbal yang tepat sebaiknya dikonsultasikan lebih lanjut pada www.ningharmanto.com

Share
Links
PT Mahkotadewa Indonesia Toko Online Affiliate Program
Peta Lokasi Klinik Pusat

Lihat Klinik Herbal Ny. Ning Harmanto di peta yang lebih besar