Get Adobe Flash player
YM Satus
Produk Baru

Informasi Manfaat Teh

Minyak Angin Aromatherapy

Peluang Usaha
Join Us

Facebook Group

follow @ningharmanto

Newsletter : INFO SEHAT & PROMO
Name:
Kategori Artikel
Penjelasan Diabetes
Ibu Wati, penderita Diabetes
Tertarik Bisnis Herbal?

Peluang Usaha Bisnis Herbal

Info Penyakit

Penyakit Crohn (2-selesai)

Sambungan……

Penyalit Crohn dihubungkan dengan kelainan tertentu pada bagian tubuh lainnya, seperti batu empedu, kelainan penyerapan zat gizi dan penumpukan amiloid (amiloidosis).

Bila penyakit Crohn menyebabkan timbulnya gejala-gejala saluran pencernaan, penderita juga bisa mengalami :
- peradangan sendi (artritis)
- peradangan bagian putih mata (episkleritis)
- luka terbuka di mulut (stomatitis aftosa)
- nodul kulit yang meradang pada tangan dan kaki (eritema nodosum) dan
- luka biru-merah di kulit yang bernanah (pioderma gangrenosum).

Jika penyakit Crohn tidak menyebabkan timbulnya gejala-gejala saluran pencernaan, penderita masih bisa mengalami :
- peradangan pada tulang belakang (spondilitis ankilosa)
- peradangan pada sendi panggul (sakroiliitis)
- peradangan di dalam mata (uveitis) dan
- peradangan pada saluran empedu (kolangitis sklerosis primer).

Pada anak-anak, gejala-gejala saluran pencernaan seperti sakit perut dan diare sering bukan merupakan gejala utama dan bisa tidak muncul sama sekali. Gejala utamanya mungkin berupa peradangan sendi, demam, anemia atau pertumbuhan yang lambat.

Pola umum dari penyakit Crohn

Gejala-gejala penyakit Crohn pada setiap penderitanya berbeda, tetapi ada 4 pola yang umum terjadi, yaitu :

1.  Peradangan : nyeri dan nyeri tekan di perut bawah sebelah kanan

2.  Penyumbatan usus akut yang berulang, yang menyebabkan kejang dan nyeri hebat di dinding usus, pembengkakan perut, sembelit dan muntah-muntah

3.  Peradangan dan penyumbatan usus parsial menahun, yang menyebabkan kurang gizi dan kelemahan menahun

4.  Pembentukan saluran abnormal (fistula) dan kantung infeksi berisi nanah (abses), yang sering menyebabkan demam, adanya massa dalam perut yang terasa nyeri dan penurunan berat badan.

Diagnose :
Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya kram perut yang terasa nyeri dan diare berulang, terutama pada penderita yang juga memiliki peradangan pada sendi, mata dan kulit.

Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendeteksi penyakit Crohn, namun pemeriksaan darah bisa menunjukan adanya:
- anemia
- peningkatan abnormal dari jumlah sel darah putih
- kadar albumin yang rendah
- tanda-tanda peradangan lainnya.

Barium enema bisa menunjukkan gambaran yang khas untuk penyakit Crohn pada usus besar.

Jika masih belum pasti, bisa dilakukan pemeriksaan kolonoskopi (pemeriksaan usus besar) dan biopsi untuk memperkuat diagnosis.

CT scan bisa memperlihatkan perubahan di dinding usus dan menemukan adanya abses, namun tidak digunakan secara rutin sebagai pemeriksaan diagnostik awal.

Catatan :

Dalam mengatasi keluhan penyakit Crohn tersebut, Klinik Mahkotadewa mempunyai solusi herbalnya. Antara lain Kapsul Antimaa, Kapsul Made Ca, Kapsul Sirsakti; namun untuk jelasnya kami persilahkan untuk datang berkonsultasi terlebih dahulu supaya  mendapatkan ramuan herbalnya dengan tepat. Salam Sehat Sukses Bahagia

Penjelasan Penyakit Kanker

Penjelasan Penyakit Diabetes

Share

Penyakit Crohn (1)

Mari kita bersama mengenal penyakit Crohn,

Difinisi :

Penyakit Crohn (Enteritis Regionalis, Ileitis Granulomatosa, Ileokolitis) adalah peradangan menahun pada dinding usus. Penyakit ini mengenai seluruh ketebalan dinding usus. Kebanyakan terjadi pada bagian terendah dari usus halus (ileum) dan usus besar, namun dapat terjadi pada bagian manapun dari saluran pencernaan, mulai dari mulut sampai anus, dan bahkan kulit sekitar anus.

Penyebab :

Penyebab penyakit Crohn tidak diketahui.  Penelitian memusatkan perhatian pada tiga kemungkinan penyebabnya, yaitu:
- Kelainan fungsi sistim pertahanan tubuh
- Infeksi
- Makanan.

Gejala -Gejala :
Gejala awal yang paling sering ditemukan adalah diare menahun, nyeri kram perut, demam, nafsu makan berkurang dan penurunan berat badan.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan benjolan atau rasa penuh pada perut bagian bawah, lebih sering di sisi kanan.

Komplikasi yang sering terjadi dari peradangan ini adalah penyumbatan usus, saluran penghubung yang abnormal (fistula) dan kantong berisi nanah (abses). Fistula bisa menghubungkan dua bagian usus yang berbeda. Fistula juga bisa menghubungkan usus dengan kandung kemih atau usus dengan permukaan kulit, terutama kulit di sekitar anus.

Adanya lobang pada usus halus (perforasi usus halus) merupakan komplikasi yang jarang terjadi. Jika mengenai usus besar, sering terjadi perdarahan rektum. Setelah beberapa tahun, resiko menderita kanker usus besar meningkat.

Sekitar sepertiga penderita penyakit Crohn memiliki masalah di sekitar anus, terutama fistula dan lecet (fissura) pada lapisan selaput l endir  anus.  BERSAMBUNG…..

Penjelasan Penyakit Kanker

Penjelasan Penyakit Diabetes

Share

KANKER ANUS

kanker anus adalah penyakit yang berbahaya (kanker) dalam bentuk sel tisu dalam anus.

Anus adalah bagian akhir dari usus besar, di bawah bagian rektum yang dilalui kotoran (limbah padat) untuk keluar dari tubuh. Anus yang dibentuk adalah sebagian dari luar lapisan kulit dari tubuh dan sebagian dari usus. Dua-ring seperti otot, disebut otot sphincter, berfungsi untuk membuka dan menutup anus, anus membuka agar kotoran keluar dari tubuh. anal kanal, bagian pembukaan antara dubur dan anal panjangnya sekitar 1 ½ inci.

Kulit luar sekitar dubur yang disebut daerah perianal. Tumor di daerah ini adalah Tumor kulit, bukan kanker anus.

Terinfeksi dengan papillomavirus manusia (HPV) dapat mempengaruhi resiko pengembangan kanker anus.

Faktor risiko meliputi:

* Usia lebih dari 50 tahun.
* Terinfeksi dengan human papillomavirus (HPV).
* Memiliki banyak pasangan seks.
* Melakukan hubungan anal seks.
* Anus sering mengalami kemerahan, pembengkakan dan kesakitan.
* Menderita anus fistula (bukaan yang tidak normal).
* Merokok.

Kemungkinan tanda kanker anus termasuk pendarahan dari anus atau dubur atau benjolan di dekat anus. Ini dan gejala lainnya dapat disebabkan oleh kanker anus.

Kondisi lain dapat menyebabkan gejala yang sama. Harus berkonsultasi ke Dokter jika ada masalah yang berikut ini:
* Pendarahan dari anus atau dubur.
* Sakit atau tekanan di daerah sekitar dubur.
* Gatal-gatal atau banyak keluar lendir dari anus.
* Benjolan di dekat anus.
* Perubahan kebiasaan BAB.

Pengujian untuk memeriksa dubur digunakan untuk mendeteksi (menemukan) dan diagnosa kanker anus.

Sumber  ; www.dokteryudabedah.com

Penjelasan Penyakit Kanker

Penjelasan Penyakit Diabetes

Share

Wasir Kambuhan, Awas Kanker Rektum!

Jika anda menderita wasir atau ambien secara berulang-ulang dan tidak kunjung sembuh, waspadalah! Anda mungkin menderita kanker rektum atau kanker yang terjadi pada usus besar.

Menurut Kepala Unit Layanan Rujukan RS Dharmais, dr. Rismawaty Amiruddin, yang ditemui di sela-sela penyuluhan dini tentang kanker di Jakarta, Selasa (13/1), jika alat pencernaan terganggu dapat mengakibatkan perubahan kebiasaan buang air, yang dapat menyebabkan wasir.

Jika ambien tersebut tidak sembuh dan terjadi secara berulang-ulang, hal ini perlu diperiksakan lebih lanjut, karena kemungkinan pasien menderita kanker rektum.

Gejalanya adalah timbulnya benjolan-benjolan kecil di sekitar anus yang tumbuh menjadi besar, sekitar 1- 2 sentimeter. Awalnya, pasien mengira hanya mengidap ambien biasa, karena berdarah dan buang air besar tidak lancar.  Selain itu, banyak pasien merasa malu melakukan pengecekan, karena berhubungan dengan bagian bawah.

“Pernah ada pasien yang telat berobat, wajahnya sudah pucat, dan ketika diperiksa, benjolannya sudah sebesar kembang kol”, ujar Rismawaty.

Kanker rektum ini memang bukan penyakit yang paling banyak diderita di Indonesia, tapi termasuk 10 kasus kanker yang sering dilaporkan. Di negara maju, kanker ini menduduki peringkat tiga terbesar dan dapat menyebabkan kematian.

Kanker rektum ini terjadi pada bagian rektum usus besar, yang disebabkan karena saluran pencernaan terganggu akibat pola makan yang tak seimbang dan kurang makanan yang berserat.

“Jadi, orang yang menderita ambien dan belum sembuh, tidak perlu malu untuk memeriksakan ke dokter spesialis”, ujar Rismawaty.

Sumber : KOMPAS.com, Selasa, 13 Oktober 2009

Guna mengatasi penyakit wasir kami mempunyai solusi herbalnya antara lain kapsul Handeleum.. untuk keterangan lebih lanjut kami persilahkan mengunjungi website kami www.ningharmanto.com

Share

MAMMARY DUCT ECTASIA

Mammary duct ectasia terjadi ketika saluran susu di bawah puting membesar, dinding saluran menebal dan saluran terisi dengan cairan. Saluran susu kemudian tersumbat dengan zat yang kental dan lengket.

Perubahan itu sebenarnya normal dan tak perlu dikhawatirkan, sebab mammary duct ectasia bukanlah tanda atau faktor yang berisiko menyebabkan kanker payudara.

Mammary duct ectasia terjadi paling sering pada wanita di usia 40-an dan 50-an. Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi beberapa wanita mungkin mengalami nyeri pada puting dan payudaranya, atau mengalami peradangan di daerah dekat puting (mastitis periductal).

Mammary duct ectasia biasanya membaik tanpa pengobatan. Namun, jika gejalanya tetap berlangsung lama, mungkin perlu antibiotik atau pembedahan untuk mengangkat saluran susu yang terkena.

Gejala
1. Puting berubah warna menjadi berwarna kehijauan, hitam, atau putih kotor
2. Perubahan terjadi pada salah satu atau kedua puting payudara
3. Puting susu atau jaringan payudara di sekitarnya menjadi lembut
4. Payudara berwarna kemerahan
5. Terdapat benjolan atau penebalan

Infeksi bakteri yang disebut mastitis juga bisa terjadi pada saluran susu yang terkena dan menyebabkan peradangan di daerah sekitar puting sehingga menyebabkan demam. Tanda dan gejala mammary duct ectasia biasanya membaik dengan sendirinya.

Penyebab

Di dalam payudara terdapat sistem saluran susu, yaitu bagian kecil yang mengalirkan susu ke puting. Mammary duct ectasia terjadi ketika saluran susu di bawah puting membesar dan meradang. Para ahli tidak tahu persis apa penyebab gangguan ini. Beberapa ahli berspekulasi penyebabnya dikaitkan dengan:
1. Penuaan.
Ketika bertambah usia, komposisi jaringan payudara berubah dari banyak mengandung kelenjar menjadi banyak mengandung lemak. Proses ini disebut involusi. Perubahan ini kadang-kadang dapat menyumbat saluran susu dan menyebabkan peradangan.
2. Merokok.
Merokok dapat berkaitan dengan pelebaran saluran susu yang menyebabkan peradangan dan gangguan mammary duct ectasia. Efek merokok terhadap jaringan payudara tampaknya lebih besar pada wanita muda.
3. Inversi puting atau puting terbalik, yaitu suatu kondisi dimana puting tidak muncul keluar, namun menghadap ke dalam payudara. Puting yang terbalik bisa menyumbat saluran susu dan menyebabkan peradangan serta infeksi. Inversi puting juga bisa menjadi tanda dari kondisi yang lebih serius, seperti kanker.

Sumber : detikHealth.com, 18-10-2011

Share
Links
PT Mahkotadewa Indonesia Toko Online Affiliate Program
Peta Lokasi Klinik Pusat

Lihat Klinik Herbal Ny. Ning Harmanto di peta yang lebih besar