Info Tanaman Obat
Pinang untuk Obat Sakit Pinggang
Pinang adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia, dan Afrika bagian timur. Buahnya, juga disebut pinang, merupakan buah tumbuhan yang diperdagangkan orang. Pinang umumnya ditanam di pekarangan, taman, atau dibudidayakan. Pinang kadang tumbuh liar di tepi sungai dan tempat-tempat lain.
Selama ini pinang dikenal sebagai bahan untuk menyirih yang selalu digunakan nenek-nenek. Akan tetapi, pinang ternyata bisa digunakan sebagai bahan obat. Sejumlah penyakit bisa diobati dengan pinang, misalnya sakit pinggang.
Itu karena pinang mempunyai beberapa sifat yang dapat menyembuhkan penyakit. Pinang, di antaranya, bersifat anthelmintica yang berguna meluruhkan cacing dan adstringensia untuk menciutkan selaput lendir. Pinang juga bersifat merangsang (stimulansia), menghentikan pendarahan (haermostatica), dan antisifilis.
Pinang juga mengandung senyawa alkaloid yang terkandung pada buah dan cukup berbahaya untuk sistem saraf. Bila dikonsumsi, buah tersebut akan menyebabkan mual dan muntah, sakit perut, pening, dan nervous. Untuk mengatasi terjadinya hal itu, minumlah rebusan obat setelah dingin.
Contoh pemakaian:
1. Sakit pinggang
Petik daun pinang secukupnya, kemudian cuci bersih dan giling hingga halus. Tambahkan minyak kelapa secukupnya. Setelah itu, panaskan sebentar di atas api. Dalam kondisi hangat, gunakan untuk mengompres bagian pinggang yang sakit.
2. Cacingan
Ambil 30 gram serbuk buah pinang, rebus dengan dua gelas air, didihkan perlahan-lahan selama satu jam. Setelah dingin, saring, minum sekaligus sebelum makan pagi.
Sumber : Wartakota dalam KOMPAS.com, 18-1-2011
Daun Pegagan Pembawa Umur Panjang
Setiap orang pasti ingin tetap sehat meski usia bertambah. Untuk hal ini, Anda bisa memanfaatkan pegagan. Selain mampu meningkatkan kerja organ, tanaman merambat ini juga baik untuk memperlambat risiko kepikunan.
Bangsa Asia, terutama China, terkenal dengan kemampuan meramu tanaman obat guna meningkatkan kualitas kesehatan dan mempertahankan umur panjang. Pegagan (daun, batang, dan akarnya) termasuk yang sering dikonsumsi orang China untuk tujuan itu, sebagai lalapan atau bahan baku sayur. Itu karena pegagan dipercaya memiliki khasiat sehat dan panjang umur. Read the rest of this entry »
Kayu Manis Menurunkan Gula Darah.
Aroma wangi dari kulit kayu manis (Cassiavera) membuat tanaman rempah ini menjadi primadona sebagai penyedap kue dan minuman. Beberapa tahun terakhir ini, para ilmuwan berhasil mengungkap khasiat lain dari kayu manis, yakni menurunkan kadar gula darah.
Kayu manis atau cinnamon memiliki kandungan berbagai senyawa kimia, yaitu minyak atsiri eugenol, safrole, juga kandungan sinamaldehyde, tanin, kalsium oksalat, damar, dan penyamak.
Menurut Dr dr Amarullah Siregar, kayu manis memiliki efek biomolekuler di pankreas. “Kayu manis mengandung senyawa kimia yang disebut PTP1B yang bekerja mengaktifkan senyawa di pankreas dengan cara mengaktifkan sel beta yang berfungsi menghasilkan insulin,” ujarnya.
Selanjutnya insulin akan membuka pintu sel darah merah sehingga gula bisa masuk dan diubah menjadi energi. Penderita diabetes tipe sensitivitas tubuh terhadap insulin berkurang sehingga kadar gula darah tetap tinggi karena tidak bisa masuk ke dalam sel.
Senyawa PTP1B juga akan bekerja di sel alfa yang berfungsi membantu hati menghasilkan glikogen. “Sel ini mengubah gula menjadi glikogen atau cadangan energi,” kata Amarullah, pakar pengobatan naturopati.
Ia menambahkan, berbeda dengan obat-obat diabetes langsung menurunkan gula darah, obat herbal seperti kayu manis bekerja dengan cara mengoptimalisasi fungsi organ tubuh yang masih baik. “Kenaikan kadar gula darah hanyalah simptom dari gangguan insulin. Sumbernya merupakan pankreas yang bermasalah. Karena itu, fungsi pankreas harus diperbaiki,” katanya.
Sumber : KOMPAS.com.
Klinik kami mempunyai solusi herbalnya a.l. Kapsul Madedem. Dapatkan produknya melalui konsultasi online atau berkunjung langsung ke klinik2 terdekat. Salam Sehat Sukses Bahagia.
Ketumbar, Bumbu Pembunuh Bakteri
Meski bentuknya imut-imut, ketumbar bukanlah bumbu dapur biasa. Bumbu yang biji dan daunnya kerap melezatkan masakan ini ternya bisa dipakai sebagai pembunuh bakteri dan mencegah keracunan makanan.
Menurut tim peneliti dari Portugal, ketumbar atau dalam kuliner Barat disebut coriander ini ampuh untuk membunuh 12 strain bakteri. Dalam penelitian mereka digunakan minyak ketumbar yang dihasilkan dari tanaman ketumbar.
Cairan yang mengandung kurang dari 1,6 persen dari minyak ketumbar cukup efektif untuk membunuh sel bakteri termasuk salmonela, E.colil, serta bakteri yang kebal terhadap antiobiotik. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam Journal of Medical Microbiology.
“Minyak ketumbar bisa dipakai sebagai alternatif alami untuk antibiotik konvensional. Kami melihat masa depan ketumbar dalam obat klinis dalam bentuk losion, obat kumur, bahkan pil yang mampu mengatasi bakteri yang sudah resisten pada antibiotik,” kata Fernanda Domingues, yang memimpin riset ini.
Ia menjelaskan, minyak ketumbar bekerja dengan cara merusak selaput yang mengelilingi sel bakteri serta menghambat proses penting seperti pernapasan sehingga bakteri itu mati.
Dalam kuliner Asia Tenggara, termasuk Indonesia, biji ketumbar lebih sering dipakai sebagai bumbu, sementara itu di negara lain daunnya juga kerap dipakai baik sebagai pelengkap salad atau penyedap rasa.
Sumber : KOMPAS.com, 25 Agustus 2011
Jeruk Purut untuk Kekebalan Tubuh Pasien Kanker
Buah dan daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) selama ini dikenal sebagai buah bahan untuk bumbu penyedap masakan. Tanaman ini juga populer di kalangan pengguna herbal karena manfaatnya untuk meringankan sakit influenza, batuk atau pun untuk shampoo.
Melalui hasil penelitian, manfaat tumbuhan perdu ini ternyata lebih hebat lagi, yaitu bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian awal mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), kulit jeruk purut dapat menjadi zat antioksidan yang membantu menstabilkan kekebalan tubuh bagi penderita kanker. Kulit buah ini bahkan berptensi menjadi pengganti doxorubicin atau obat penjaga sistem imun bagi penderita kanker pascaoperasi atau kemoterapi kanker.
Herwandani Putri dan dua temannya, mahasiswa yang melakukan penelitian tersebut, menyatakan kulit jeruk purut mengandung senyawa naringenin dan hespiridin, yang berfungsi sebagai antioksidan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan pendamping kemoterapi kanker.
Lebih lanjut Putri mengatakan, cara membuat obat dari kulit jeruk purut cukup sederhana. Jeruk dikupas, ambil kulitnya dan dicuci seperlunya, lalu dipanaskan dalam oven hingga kering. Kulit jeruk kering ditumbuk hingga menjadi bubuk halus. Bubuk halus ini ditaruh dalam cawan atau tempat lain, dan dicampur atau ekstraksi dengan etanol sebagai pelarut.
Menurutnya, 500 gram serbuk jeruk yang diekstraksi dengan etanol bisa menghasilkan 100 gram. Dalam penelitiannya, Putri menggunakan ekstrak jeruk purut tersebut ke tikus yang tengah kemoterapi.
“Dengan perlakuan itu setelah kami teliti, sel darah putih tikus bertambah cukup signifikan,” kata Putri, Jumat (22/7/2011).
Selain itu, menurutnya penggunaan herbal dari jeruk purut, bagi penderita kanker yang menjalani kemoterapi bisa mencegah efek obat kimia yang diakibatkan pemakaian doxorubicin, seperti rambut tidak rontok.
Penelitian Herwandani Putri tersebut telah diikutkan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional di Makassar, Kamis (21/7/2011). Putri menjanjikan akan meneliti lebih dalam lagi penerapan kulit jeruk purut sebagai obat alternatif dan dikembangkan dalam kemasan
Jika merujuk ketentuan internasional, uji laboratorium dan percobaan obat setidaknya memerlukan waktu 20 tahun. Tapi, dia merasa yakin temuanya bisa lebih cepat diaplikasikan jika banyak pihak membantu dalam pengembangannya.
“Saya berharap tidak sampai menunggu 20 tahun ekstrak jeruk purut bisa jadi obat kemoterapi kanker yang diakui dunia kedokteran,” tegasnya.
Sumber : KOMPAS.com, 22 Juli 2011
Klinik kami mempunyai solusi guna menambah stamina dan kekebalan saat pasien kanker menjalani khemiterapi dan atau radioterapi adalah dengan mengkonsumi Madu Made..












