Get Adobe Flash player
YM Satus
Talk Show Radio

Produk Baru

Informasi Manfaat Teh

Minyak Angin Aromatherapy

Join Us

Facebook Group

follow @ningharmanto

Newsletter : INFO SEHAT & PROMO
Name:
Kategori Artikel
Penjelasan Diabetes
Ibu Wati, penderita Diabetes
Tertarik Bisnis Herbal?

Peluang Usaha Bisnis Herbal

TO A

Awar-awar

Nama latin: Ficus septicum Burm.b.

Nama daerah: Sirih popar; Tagalolo; Bei; Ki ciyat; Loloyan; Bar-abar; Dausalo; Bobulutu

Deskripsi tanaman: Pohon atau perdu berdiri tegak, tinggi dapat mencapai 5 meter. Ranting berongga. daun berseling atau berhadapan, bentuk helaian daun oval atau oval bulat telur, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan banyak bintik-bintik, bagian bawah berwarna hijau muda. Daun penumpu tunggal, besar, sangat runcing. Bunga ada yang berbunga betina dan ada yang berbunga jantan serta bunga streril. Buah periuk berpasangan, bentuk bola pipih sedikit bersegi

Habitat: Tumbuh liar sebagai tanaman pengganggu pada dataran rendah sampai 1200 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Flavonoid; Sterol; Khasiat: Sudorik; Diuretik; Emetik

Nama simplesia: Fici septicae Folium

Resep tradisional:
Herpes, Sakit kepala, Rematik:
Daun awar-awar segar secukupnya; Air secukupnya, Dipipis sampai berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian kulit yang sakit

Penjelasan Penyakit Kanker

Penjelasan Penyakit Diabetes

Share

Asam

Nama latin: Tamarindus indica Linn

Nama daerah: Tangkal asam; Acem; Celagi

Deskripsi tanaman: Pohon menahun dan besar tingginya mencapai 15 m. Daunnya bersirip genap, setiap tahun antara bulan september – oktober daun-daun itu luruh berganti dengan baru. Bunganya berwarna kuning . Buahnya bentuk polong.

Habitat: Tanaman ini tumbuh liar di daerah-daerah pantai. Banyak juga yang di tanam orang di tepi-tepi jalan sebagai pohon perindang. Didataran rendah 1 – 300 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Daging buah; daun muda (sinom) ; kulit kayu.

Kandungan kimia: Buah mengandung vitamin A; zat gula; selulosa; asam-asam yang terikat oleh kalium; tartrat; gula invart; pektin.

Khasiat: Laksan; Analgesik; Diaforitik; Laksatif

Nama simplesia: Tamarindori Pulpa Cruda

Resep tradisional:
Demam:
Asam 2 ruas ibu jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml
Eksem:
Asam 1 ruas ibu jari; rimpang temulawak 4 keping; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 110 ml
Nyeri haid: Asam 1 ruas ibu jari; kunyit 1 jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

Penjelasan Penyakit Kanker

Penjelasan Penyakit Diabetes

Share

Alpokat

Nama latin: Persea gratissima Gaerin

Nama daerah: Apukat; Advocaat; Alpokat; Apuket

Deskripsi tanaman: Pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter, batang berkayu, dan bercabang-cabang. daun tunggal berbentuk bulat telur dan berwarna hijau. Perbungaan berbentuk malai, tumbuh di ujung ranting. Buah buni bentuk bulat telur, bentuk pita atau bentuk bulat. Warna buah hijau sampai ungu. Daging buah jika sudah masak berwarna kuning atau kkuning kehijauan. Akar termasuk akar tunggang

Habitat: Tumbuh pada daerah berikilim panas pada dataran rendah sampai ketinggian 1200 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Minyak lemak; Lesitin; Fitosterin; Vitamin A,B,D dan vitamin E

Khasiat: Diuretik ; Anti bakteri

Nama simplesia: Perseae Folium

Resep tradisional:
Batu ginjal
Daun avokat segar 7 helai; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum sehari 2 kali; pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml
Sakit perut dan Disentri
Daun avokat segar 5 g; Rimpang temu kunci segar 5 g; Rimpang kunyit segar 6 g; Rasuk angin 1/2 g; Daun pegagan segar 6 g; Air 115 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml

Penjelasan Penyakit Kanker

Penjelasan Penyakit Diabetes

Share

Andong

Nama latin: Cordyline fruticosa (L)A.Cheval

Nama daerah: Endong; Kayu urip; Linjuwang; Jejuwang; Sabang; Daun ngasi

Deskripsi tanaman: Sering ditanam di kebun. Tumbuhan ini berupa pohon, tinggi dapat mencapai 5 meter. Batang keras, bekas dudukan daun tampak dengan jelas. Daun tunggal menempel pada batang, berwarna hijau tua, tepi daun rata. Perbungaan bentuk malai, tumbuh diketiak daun dengan tangkai bunga panjang. Buah buni, warna merah mengkilat. Akar serabut berwarna putih kotor

Habitat: Tumbuh liar di pagar atau di pekuburan sebagai tanaman hias, lazim di tanam pada dataran rendah sampai 1900 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Steroida; Saponin; Polisakarida

Khasiat:
Hemostatik
Antibengkak

Nama simplesia: Cordylinae Folium

Resep tradisional:
Batuk darah dan Haid terlalu banyak:
Daun andong segar 5 helai; Air secukupnya, Dibuat infus, diseduh atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml. Untuk pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir
Wasir:
Daun andong segar 3 helai; Daun wungu segar 7 helai; Air matang secukupnya, Dipipis, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 1/4 cangkir

Share

Alang-alang

Alang-alang (Imperata cylindrical (L.) Beauv.var.mayor <Nees>), rumput berpermukaan kasar dengan panjang kurang lebih 1m.  Sebuah tanaman yang tidak diinginkan, dipupuk, ditanam, atau ditumbuhkan, juga dianggap tumbuh secara banyak sebagai penganggu tanaman yang diinginkan.

Bagian yang digunakan untuk obat medis adalah akarnya.  Kenyataannya, akarnya dapat digunakan untuk menurunkan temperatur, melancarkan urin, menghentikan pendarahan, dan sebagai obat untuk pendarahan pada hidung, memuntahkan darah, gonorea (kencing  nanah), hepatitis, infeksi ginjal. Penelitian menemukan bahwa alang-alang mengandung mannitol, glukosa, asam malic, asam sitrat, coixol, arundoin, silindrin, fernerol, simiarenol, anemonin, esin, alkali, saponin, taninin, dan polifenol.

Nama daerah : Aceh : Neleleng laku, Batak : Rih, Minang : Alalang, Lampung : Lioh, Jawa : Alang-alang, Sunda : Ki Eurih, Bali : Ambengan, Sumbawa : Re, Flores : Rii, Kalimantan : Halalang, Irian : Kalepip (Kalana)

Efek Farmakologis :  Rasa manis dan sifat sejuk, anti piretik (penurunan panas), diuretik (peluruh kemih), hemostatik (menghentikan perdarahan), masuk median paru-paru, lambung dan usus kecil.

Bagian tanaman yang digunakan : Akar, rimpang (daun) dan bunga. dapat digunakan yang segar atau yang dikeringkan.

Cara budidaya :
Perbanyakan dengan rimpang atau akar tinggal. Tanaman ini sangat mudah tumbuh dan terdapat dimana-mana disekitar kita. Merupakan tumbuhan liar dan menjurus sebagai gulma. Tumbuh liar di pinggir jalan, di ladang dan di hutan. Tumbuhan ini termasuk terna menahun, tinggi dapat mencapai 180 cm. Batang padat, buku berambut jarang. Daun berbentuk pita, berwarna hijau, permukaan daun kasar. Perbungaan berupa bulir, warna putih, bunga yang terletak di bagian atas adalah bunga sempurna dan yang terletak di bawah adalah bunga mandul. Bunga mudah diterbangkan oleh angin.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
1. Peluruh air kemih : 10 gr akar segar dicuci bersih dan dicampur 3 gls air direbus hingga tinggal 1 gls, disaring dan diminum sekaligus.
2. Muntah Darah : 30-60 gr akar segar, dicuci bersih, dipotong dan direbus dengan 3 gls air hingga tinggal 1 gls, disaring dan diminum airnya.
3. Mimisan : Akar segar dicuci bersih, ditumbuk dan diperas sampai terkumpul 100CC, disaring lalu diminum, atau 30 grm akar dipotong, direbus dengan 3 gls air sehingga tinggal 1 gls lalu diminum.
4. Air kemih berdarah : Akar segar 300 grm, dicuci bersih dipotong lalu direbus dengan 2000 cc air sampai tersisa 1200 cc, dibagi untuk diminum 3 kali, ulangi sampai 10 hari.
5. Hepatitis akut menular : Akar kering 60 gram dicuci bersih, direbus dengan 3 gls air hingga sisa 1 gls untuk 2 kali minum. Ulangi untuk 10 hari.
6. Radang Ginjal Akut : Akar segar 60-120 grm dicuci bersih, dipotong direbus dengan 3 gls air hingga sisa 1 gls diminum secara rutin.

RAMUAN DAN TAKARAN

Infeksi Saluran Kemih dan Kencing Sedikit

Bila menderita infeksi pada saluran kemih, sebaiknya segera diperiksakan pada dokter. Ramuan ini dapat digunakan sebagai obat alternatif disamping pengobatan dari dokter.

Ramuan:
Rimpang Alang-alang 6 gram
Rimpang Kunci pepet 5 gram
Daun Kumis kucing 4 gram
Air 115 ml

Cara pembuatan:
Diseduh, dibuat infus atau pil.

Cara pernakaian:
Diminum 1 kali sehari, tiap kali minum 100 ml.
Untuk yang berbentuk pil diminum 3 kali sehari 9 pil.

Lama pengobatan:
Diulang selama 14 hari.

Mimisan, Kencing Darah, dan Muntah Darah.
Bila menderita kencing darah atau muntah darah, sebaiknya segera diperiksakan pada dokter. Ramuan ini dapat digunakan sebagai obat alternatif disamping pengobatan dari dokter.

Ramuan:
Rimpang Alang-alang 6 gram
Daun sendok segar 6 gram
Daun Andong segar 2 helai
Air 110 ml

Cara pembuatan:
Diseduh, dipipis, dibuat infus atau pil.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml. (untuk infus). Untuk pipisan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 1/4 cangkir. Untuk pil diminum 3 kali sehari 9 pil.

Lama pengobatan:
Diulang sampai sembuh.

Share

Links
PT Mahkotadewa Indonesia Toko Online Affiliate Program
Peta Lokasi Klinik Pusat

Lihat Klinik Herbal Ny. Ning Harmanto di peta yang lebih besar