TO D
Daun Pegagan Pembawa Umur Panjang
Setiap orang pasti ingin tetap sehat meski usia bertambah. Untuk hal ini, Anda bisa memanfaatkan pegagan. Selain mampu meningkatkan kerja organ, tanaman merambat ini juga baik untuk memperlambat risiko kepikunan.
Bangsa Asia, terutama China, terkenal dengan kemampuan meramu tanaman obat guna meningkatkan kualitas kesehatan dan mempertahankan umur panjang. Pegagan (daun, batang, dan akarnya) termasuk yang sering dikonsumsi orang China untuk tujuan itu, sebagai lalapan atau bahan baku sayur. Itu karena pegagan dipercaya memiliki khasiat sehat dan panjang umur. Read the rest of this entry »
Delima Putih

Nama latin: Punica granatum L.
Nama daerah: Dalima; Glima; Dalimo; Gangsalan; Talima; Dilimene
Deskripsi tanaman: Tanaman perdu, tinggi 2-5 meter. Batang berkayu, bulat, bercabang, berduri, batang muda berwarna cokelat setelah tua berwarna hijau kotor. Daun tunggal, bentuk lanset, panjang 1-8 cm, lebar 5-15 mm, bertulang menyirip, warna hijau. Bunga tunggal di ujung cabang, mahkota membulat berwarna merah atau kuning. Buah buni, bulat, diameter 5-12 cm, warna hijau kekuningan.
Habitat: Tanaman ini banyak tumbuh liar dihutan-hutan atau di tanam dikebun sebagai tanaman hias/buah-buahan.
Bagian tanaman yang digunakan: Kulit kayu ; Kulit buah ; Akar
Kandungan kimia: Alkaloid tropan; Tanin; Gula; Triterpenoid; Glukosida; Estron; Lendir
Khasiat: Antelmintik; Astringen
Nama simplesia: Granati Cortex, Granati fructus Cortex, Granati Radix
Resep tradisional: Disentri: Daun delima putih segar 5 g; Rimpang temu giring 2 g; Daun jambu biji segar 6 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 7 hari. Keputihan: Kulit buah delima segar 5 g; Daun beluntas segar 6 g; Herba tapak liman 5 g; Majakan 1 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 7 hari . Obat cacing: Akar delima putih 1 jari; Rimpang temu giring segar 1 jari; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 4 hari.
Daun Ungu

Nama Latin : ( Graptophyllum pictum (L.) Griff.)
Famili : Acanthaceae
Daerah : Simalur : Pudin, Jawa tgh : Daun ungu, Sunda : Handeleum , Madura : Karaton, Bali : Temen , Ternate : Kadi-kadi, Tidore : Dongo-dongo
Asing : Carricature plant
Sifat Kimiawi : kaya kandungan kimia yang sudah diketahui a.l Daun: alkaloid non toksik glikosod, steroid, saponin, tannin, lendir. Batang : calsium oksalat, asam format, lemak.
Efek Farmakologis : Tumbuhan ini bersifat : peluruh kencing (diuretik), mempercepat pemasakan bisul, pencahar ringan (mild laxative), pelembut kulit (emolien)
Bagian tanaman yang digunakan : Daun, kulit batang dan bunga.
Uraian tumbuhan :
Tumbuhan perdu berbatang tegak ini biasanya tumbuh liar di antara semak-semak di dataran rendah. Tetapi tanaman ini juga banyak ditanam di pekarangan-pekarangan sebagai pagar hidup. Tinggi tanaman ini sekitar 1,5 – 3 m bahkan sampai 7 m. Daunnya yang lonjong berwarna ungu bergelombang pada pinggirnya dan letaknya saling berhadapan. Daun dan kulitnya berbau tidak sedap dan terasa berlendir. Bunganya berwarna merah tua, berupa bulir-bulir dan berbentuk bintang. Ujung daun kelopak bunganya besar dan berbentuk daun biasa berwarna putih.
Kandungan & Mantaat :
Daun wungu mengandung lendir yang bisa melunakkan kotoran sehingga mencegah terjadinya sembelit. T
Cara budidaya : Perbanyakan tanaman dg menggunakan biji atau stek batang. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan terutama pupuk dasar.
Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
1. WASIR : Daun segar 10 g, dicuci, rebus dengan 2 gelas air jadi 1 gelas, disaring, minum, sampai sembuh. ATAU Daun wungu segar 10 g, daun sendok segar 15 g. dicuci bersih, rebus dengan 3 gelas air jadi 2 gelas. Saring minum siang hari Lakukan setiap hari sampai sembuh.
2. WASIR : Daun wungu segenggam, pegagan segar segenggam, 3 tanaman tempuh wiyang seutuhnya, bawang merah 3 butir, adas 3 butir, pulosari 1/2 jari, rimpang kunyit 1/2 jari, di cuci dan di potong‑potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin di saring, di bagi untuk 2 kali minum. Minum pagi dan sore hari.
3. BENGKAK TERPUKUL : Kulit batang secukupnya di tumbuk halus. Letakkan di atas bagian tubuh yang bengkak lalu di balut. Ganti 2 kali sehari.
4. BISUL PAYUDARA : Daun segar di cuci bersih lalu oleskan santan kelapa, kemudian layukan diatas api. Hangat‑hangat letakkan diatas payudara yang sakit.
5. MELANCARKAN HAID : Bunga kering 1 genggam, seduh dengan 5 gelas air panas. Minum menjelang haid.
6. SEMBELIT : Daun segar 7 lembar, rebus dengan 2 gelas air bersih jadi 1 gelas. Saring, minum.
7. SAKIT TELINGA : Daun bersih di tumbuk dan di peras, air perasannya untuk tetes telinga.
Daun Sirih

Nama latin: Piperbetie L.
Nama daerah: Sirih; Suruh
Deskripsi tanaman: Perdu, merambat, batang berkayu, berbuku-buku, bersalur, berwarna hijau keabu-abuan. Daun tunggal, bulat panjang, berwarna kuning kehijauan sampai hijau tua, yang sudah bisa dipetik biasanya sudah selebar 10 cm, panjang 15 cm. Buah buni, bulat, berwarna hijau keabu-abuan.
Habitat: Tanaman ini dapat tumbuh di daerah yang lembab.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Eugenol; Metil eugenol; Karvakral; Kavikal; Alil katekal; Kalribetol; Sineol; Estragol; Karoten; Tiamin; Riboflavin; Asam nikotinat; Vitamin C; Tanin; Gula; Pati; Asam amino
Khasiat: Astringen; Ekspektoran; Sialagoga; Hemostatik; Antiseptik
Nama simplesia: Piperis Folium
Resep tradisional: Kaki bengkak: Daun sirih 2 helai; Cabai jawa 3 buah; Lempuyang emprit 1 rimpang; Beras sedikit; Air sedikit; Arak secukupnya, Ramuan dihaluskan dengan bantuan sedikit air; kemudian ditambah arak secukupnya, Digosokkan pada kaki yang bengkak sebelum tidur. Keputihan: Daun sirih 2 helai; Daun Jambu biji 5 helai; Air 210 ml, Dibuat infus, Dicebokkan 2 kali sehari. Malaria: Daun sirih segar 20 helai; Daun sembung 20 helai; Daun asam 1 genggam; Daun beluntas 20 helai; Kulit kayu pulai 3 jari tangan; Air 2 panci, Dididihkan, Uapnya digunakan untuk mandi ukub(mandi uap). Napas/mulut bau: Daun sirih 3 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 50 ml. Nyeri sendi: Buah sirih 5 butir; Lempuyang emprit 1 rimpang; Ragi secukupnya, Dihaluskan ditambahan arak, Digosokkan pada tempat yang nyeri. Pendarahan hidung(mimisan): Daun sirih, Diremas dan digulung, Dimasukkan ke dalam hidung. Radang mulut: Daun sirih 2 helai; Air 110 ml, Dibuat infus, Untuk berkumur 2 kali sehari; tiap kali pakai 100 ml. Suara parau dan Batuk: Daun sirih 2 g; Buah kapulaga 1 g; air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Daun Seribu


Nama latin: Achillea millefolium
Nama daerah: Godong sewu; Daun hidung berdarah; Gandana; Momadra
Deskripsi tanaman: Herba (Rumput – rumputan)tinggi 15-50 cm. Daun bercangap menyirip, pada masa vegetatif, daun tumbuh membentuk roset, karena batang belum muncul di atas tanah, lebar anak daun hanya 2 mm. Bunga pada tandannya membentuk payung berwarna kemerahan atau putih, tabungnya berwarna kuning, pada saat berbunga tangkainya tumbuh cepat sehingga tampak ruasnya memanjang. Buahnya kecil-kecil dan kulit tidak pecah.
Habitat: Tumbuh baik pada ketinggian tempat 900-1500 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan
Kandungan kimia: Akhileina; Stakhidrina; Kholina; Polina; Apigenin; Inulin; Flavon; Glikosida benzaldehidsianhidrin; Zat samak; Asparagin; Minyak lemak.
Khasiat: Diaforetik; Antipiretik; Diuretik; Hipotensif; Antiseptik.
Nama simplesia: Achilleae millefolli Herba
Resep tradisional: Gangguan syaraf: Daun seribu kering 30 g; Air 2 gelas, Daun direbus hingga cairannya tinggal 1 gelas, Diminum setiap jam Gangguan pencernaan: Daun seribu ditumbuk halus 1 sendok makan; Madu 1 sendok makan, Keduanya diaduk menjadi satu, Sehari minum 3 kali; tiap kali minum 1 cangkir; setiap hari hendaknya makan buah pepaya.












