TO K
Ketapang

Nama latin: Terminalia cattapa L
Nama daerah: Katapang; Ketapa; Gentapang; Hatapang; Lahafang; Katafa; Ketapas
Deskripsi tanaman: Tumbuhan berbatang besar, tingginya sampai 20 m lebih, Daunnya selebar tangan, berbentuk bulat telur, dan dua kali setahun, daunnya runtuh. Bunganya tidak berwarna tetapi harum baunya
Habitat: Tumbuh di hutan dan di tepi pantai sampai ketinggian 800 m dpl
Bagian tanaman yang digunakan: Biji ; Kulit kayu ; Daun
Kandungan kimia: Minyak lemak; Tanin; Saponin
Khasiat: Laksatif; Diuretik; Diaforetik
Nama simplesia: Terminaliae Semen
Resep tradisional: Pelancar ASI dan Pencahar: Biji ketapang (serbuk)3 biji; Tepung garut 2 sendok makan; Gula aren secukupnya; Air secukupnya, Dibubur, Dimakan seperti makan bubur; di samping untuk melancarkan ASI; dapat juga untuk pencahar ringan.Kesumba

Nama latin: Bixa orellana L.
Nama daerah: Kasumbo; Kasumba; Kasumba keling; Kasombha; Kasupa
Deskripsi tanaman: Tumbuhan perdu, tinggi 2-9 m, mempunyai daun tunggal bertangkai panjang, bentuknya bulat telur, ujung runcing, pangkal rata kadang berbentuk jantung, tepi rata, panjang 8-20 cm, lebar 5-12 cm, dan warna hijau berbintik merah. Bunga tumbuhan ini berwarna merah muda atau putih, diameter 4-6 cm. Buahnya seperti buah rambutan, tertutup rambut sikat berwarna merah tua atau hijau, pipih, panjang 2-4 cm dan berisi banyak biji kecil berwarna merah tua
Habitat: Tumbuh liar di ladang dengan cahaya yang cukup pada dataran rendah hingga 1200 m dpl
Bagian tanaman yang digunakan : Daun
Kandungan kimia: Tannin; Kalsium oksalat; Saponin; Lemak; Glukosida; Damar
Khasiat: Diuretik; Antipiretik
Nama simplesia: Bixi Folium
Resep tradisional: Masuk angin : Daun kesumba 15g; Gula jawa 30 g; Air 500 ml, Direbus selama mendidih selama 15 menit, Diminum pagi dan sore Demam : Daun kesumba 10 g; Air 400 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum 3-4 kali sehariKemuning

Nama latin: Murraya paniculata (L.)JACK
Nama daerah: Kamuning; Kamuri; Kamoni; Kamone; Kemuning; Kajeri
Deskripsi tanaman: Tanaman berupa pohon, tinggi 3-7 m. Batang berkayu, beralur, warna kecokelatan kotor. Daun majemuk, anak daun 4-7, permukaan licin, bentuk corong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk tandan, panjang mahkota 6-27 mm, lebar 4-10 mm, warna putih. Buah buni, diameter lebih kurang 1 cm, buah muda berwarna hijau setelah tua merah.
Habitat: Tumbuh liar di ladang pada daerah lembab dengan cahaya cukup di dataran dari 950 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Glukosida murayin; Minyak atsiri; Kadinena
Khasiat: Analgesik; Diuretik; Stomakik
Nama simplesia: Murrayae Folium
Resep tradisional: Haid tidak teratur: Daun kemuning 3 g; Daun pacar kuku 3 g; Rimpang temu lawak 4 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml Menguruskan badan: Daun kemuning 1 genggam; Daun pace 1 genggam; Bangle 1/2 jari kelingking; Air secukupnya, Dipipis, Diulang selama 7 hari; untuk pemeliharaan diminum 2 kali seminggu; tiap kali minum 1/4 cangkir Keputihan: Daun kemuning 3 g; Daun pacar kuku 3 g; Herba tapak liman 2 g; Rimpang temu kunci 2 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml Reumatik, Daun kemuning 3 g; Akar tembelekan 6g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 mlKemangi

Nama latin: Ocimum basilicum L
Nama daerah: Kemangi; Kemangen; Surawung
Deskripsi tanaman: Tanaman semak yang tegak dengan bau khas, tinggi mencapai 1,5 meter. Bunganya berbibir berbentuk bulir warna putih dan merah muda. Bijinya bila kena air menggelembung seperti agar-agar.
Habitat: Tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 1300 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Eugenol; Sineol; Metilkhavikol; Protein; Kalsium
Khasiat: Diaforetikum
Nama simplesia: Ocimume Folium
Resep tradisional: Perut kembung : Daun kemangi secukupnya, Dicuci bersih, Dimakan sebagai lalapan.Kelor

Nama latin: Moringa oliefera Lamk
Nama daerah: Kilor; Celor; Kerol; Kelo; Keloro
Deskripsi tanaman: Tanaman berupa pohon yang tingginya lebih kurang 8 meter. Batang berkayu, bulat, bercabang, berbintik hitam, warna putih kotor. Daun majemuk, panjang 20-60 cm, anak daun bulat telur, tepi rata, ujung berlekuk, tulang menyirip ganjil, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk malai, letak di ketiak daun, panjang 10-30 cm, mahkota warna putih. Buah polong, panjang 20-45cm, berisi 15-25 biji, warna cokelat kehitaman.
Habitat: Tumbuh liar di ladang pada daerah cukup air, dengan cahaya matahari penuh pada ketinggian 300-900 m dpl
Bagian tanaman yang digunakan: Akar
Kandungan kimia: Pterigospermin; minyak atsiri; Alkaloid moringin; Moringinin; Minyak lemak
Khasiat: Diuretik; Stimulan; Ekspektoran; Analgesik
Nama simplesia: Moringae Radix
Resep tradisional: Bengkak dan Beri-beri : Kulit akar kelor secukupnya; Masoyi secukupnya; Kuncup cengkih secukupnya; Akar pepaya; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian yang bengkak Sakit kepala dan Rematik: Akar kelor secukupnya; Air sedikit, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan pada pelipis dan di belakang telinga. Pada penderita rematik, pasta tersebut dioleskan pada bagian yang terasa nyeri; Diborehkan 3 kali sehari.











