Diabetes
Bapak Sulaiman dari Madinah
“Assalamu alaikum” terdengar suaranya berat dan besar , lalu saya mencari asal suara tersebut, ternyata berasal dari seorang bapak brewokan, tinggi besar namun berpakaian rapi. Lalu saya jawab “wa ‘alaikum salam”.
Kami pun memperkenalkan diri dan ternyata beliau adalah Bapak Sulaiman berasal dari Madinah. Hal yang lucu pada saat beliau menanyakan “tahu Madinah ?” jawab saya “tahu dong, orang mana tidak tahu kota di Arab itu”. Dan beliaupun tersenyum. Read the rest of this entry »
PERGULATAN PANJANG MENGGAPAI KESEMBUHAN
Setelah 40 tahun menderita diabetes.
Satu demi satu saudara kandung saya meninggal karena penyakit diabetes yang diderita puluhan tahun lamanya. Saya sulung dari lima bersaudara yang kesemuanya punya pabrik gula atau menderita diabetes karena keturunan dari orang tua. Penyakit saya sebenarnya sudah muncul sejak sebelum saya menikah.
Segala macam upaya untuk beroleh kesembuhan sudah saya coba namun ternyata belum ada hasil yang nyata. Mulai dari Sinshe sampai pengobatan medis modern, dari berbagai dokter yang ada di negeri ini sampai berobat ke dokter-dokter di Singapura belum juga ada hasil yang memuaskan. Kalau dihitung-hitung mungkin sudah ada ratusan juta yang saya habiskan untuk mengobati penyakit yang menyiksa dan menjengkelkan ini. Pokoknya apa kata dokter saya sudah ikutin tapi kadar gula darah saya tak pernah bisa normal. Kata dokter memang tak ada obat yang benar-benar bisa sembuhkan diabetes. Ya diabetes nggak bisa sembuh. Akhirnya dokter menyarankan agar saya menggunakan suntik insulin. Namun entah karena apa kadar gula darah saya makin jelek, setelah makan 650. Read the rest of this entry »
Diabet Melitus….Sembuh
Diabet Melitus….Sembuh
Nama saya Bapak Sayidi umur 42 tahun, bekerja disalah satu rumah sakit dikawasan Bogor. Selama ini saya hanya punya penyakit Kolesterol. Namun karena pola makan kurang terkontrol setelah beberapa lama saya mulai merasakan capek, pegal pegal dan kesemutan . Apalagi saya tidak pernah olah raga, sebab terlalu banyak pekerjaan.
Aktifitas saya selain bekerja di Rumah Sakit saya juga praktek sebagai Mantri di kampung saya di daerah Bogor.
Tanggal 08 Januari 2008 saya masuk rumah sakit, karena badan terasa lemas, sesak nafas dan penglihatan saya kabur. Hari itu juga saya langsung diminta rawat inap , ternyata Gula Darah sewaktu 493, mendekati angka 500 saya cukup kaget dengan hasil lab tersebut. Petugas Rumah Sakit yang mengenali saya mengatakan:
“Pak Sayidi ini biasa mengobati orang, diri sendiri nggak diperhatikan”
“Iya saya terlalu sibuk mengobati orang lain, malah diri sendiri sakit ya” Read the rest of this entry »
SEMINGGU LAGI HARUS AMPUTASI TAPI TIDAK JADI
Bp.Marno
Madiun.
Penyakit Diabet memang sangat merepotkan, selain seumur hidup harus minum obat juga kata dokter penyakit ini tak bisa disembuhkan. Lebih memberatkan dan menyiksa lagi apabila ada luka di tubuh. Meski mungkin hanya tergores kena paku kecil saja akibatnya bisa fatal.
Saya tinggal di pelosok desa di kota Madiun. Namanya juga di desa, saya jarang kontrol atau periksa ke dokter. Suatu kali saya terkena paku, karena lukanya hanya kecil saja saya tak begitu memperhatikan untuk mengobati secara tuntas. Seminggu dua minggu saya heran karena lukanya tidak kering-kering dan semakin melebar dan menghitam. Akhirnya saya bawa ke dokter dan di suruh test darah ternyata kadar gula darah saya cukup tinggi. Saya diberi obat untuk gula darah dan juga obat luar untuk luka di kaki berupa salep. Dengan telaten isteri saya membantu mengobati luka di kaki namun sudah berjalan satu bulan lukanya tak juga kunjung sembuh. Saya jadi bingung namun tak tahu harus berbuat apa. Read the rest of this entry »
DIABETES MELLITUS
Bp.Erman 45th, Jakarta
Betapa membosankannya bila tiap hari mau makan harus suntik dulu. Namun, apa boleh buat kalau saya tidak mau melakukan itu maka gula darah akan melejit naik. Saya juga tidak ingin buta akibat dari tingginya kadar gula darah. Memang saya mempunyai warisan Diabet dari orang tua, maka ketika pola makan saya tidak benar terjadilah mala petaka badan saya tidak bertenaga,mata kabur dan benar-benar loyo seperti kakek-kakek. Saya langsung dilarikan ke Rumah Sakit dan ketika dicek gula darah saya sampai 600. Mau tidak mau suka tidak suka terpaksa saya harus dirawat di rumah sakit. Begitu banyak macam obat yang harus saya konsumsi namun hasilnya belum nampak nyata. Akhirnya dokter memutuskan saya harus suntik insulin setiap mau makan. Dua minggu kemudian saya diperboleh kan pulang namun harus terus menerus suntik insulin.
Seminggu dua minggu saya masih berupaya patuh namun lama kelamaan saya bosan juga. Syukur pada Tuhan saya ke toko buku Gramedia menemukan bukunya bu Ning “Menumpas Diabet Melitus bersama Mahkota Dewa”. Saya membaca banyak kesaksian yang luar biasa, lalu saya mendatangi kliniknya dan diberi ramuan paket diabet dalam bentuk kapsul semua supaya praktis. Saya dipesan agar mau mengatur pola makan dan juga mau berolah raga. Sesampainya di rumah saya putuskan menghentikan suntikan insulin dan mengganti dengan obat herbal dari bu Ning. Meski disarankan saya mengurangi suntikan insulin secara bertahap tapi saya nekad saja sambil berdoa memohon pada Tuhan sertaupaya diet dan olah raga. Puji syukur pada Tuhan saya cek gula darah ternyata bisa normal meskipun saya tidak suntik insulin. Saya semakin yakin bahwa ini jalan Tuhan yang terbaik. Berbulan-bulan setelahnya, gula darah saya tetap terkontrol. Hingga kini saya hanya minum ramuan untuk pencegahan sehari sekali dan sambil menjaga pola makan serta rutin berolah raga. Puji syukur gula darah saya tetap terkontrol. Terima kasih Tuhan.
Kisah Testimoni ini dicuplik dari : buku Indahnya Hidup sehat karya Ning Harmanto, Penerbit PT Agromedia Pustaka













