Kiste-Kanker
KISTAKU BERKURANG BERKAT PAKET HERBAL.
Aku seorang ibu rumah tangga berdomcili di Bandung dan berasal dari luar Jawa. Sudah menikah sekitar 2 tahun tapi belum diberi kepercayaan untuk menimang seorang anak. Selama ini Akupun selalu mengalami sakit perut pada saat menstruasi. Dan sakitnya itu sampai tak mampun beraktifitas saat menstruasi, beruntung suamiku amat sangat pengertian; beliau selalu mensupport atau meladeniku. Akhirnya sayapun dengan diantar suami berobat ke dokter kandungan dan singkat kata ternyata aku mengalami kista dikedua indung telurku. Beruntngnya diameter kistaku masih belum terlalu amat besarnya. Dokter menyarankan aku segera punya anak tentu kistanya akan sembuh.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis tersbut aku berdua mencari solusi dan melalui internet aku temukan Mahkotadewa. Suatu kali dibulan April 2011 aku mencoba berkonsultasi ke klinik Mahkotadewa melalui telpon. Dalam konsultasi itu aku ceritakan segala keluhan dan masalahnya, Tidak perlu pbertele-tele akupun langsung mendapatkan ramuan paket kista yang sudah disesuaikan dengan kondisiku saat itu. Untuk pertama kali aku mendapat paket berupa kapsul 2 a.l. (Ekstrak Mahkotadewa, Made Ca, Temu putih, Tapak Liman, Umbi Daun Dewa, Temu Lwak), teh celup Wedang Weding dan Garam Herbal. Selain obat akupun mendapat panduan pantangan yang harus dipatuhi.
Bulan pertama aku minum tiada reaksi negatif yang kurasakan, padahal aku dah baca di panduan kalau paket ini akan ada rekasi negatifnya. Alhamdulillah dan syukur pada Allah, aku tidak mengalaminya, sehingga akau jalan terus mengkonsumsi ramuan herbalnya sesuai dosis yang dianjurkan. Terus terang aku senang berobat disini meskipun jarak jauh tetapi aku selalu dipantau oleh pihak klinik dan sangat kekeluargaan. Paket pertama dah habis dengan perkembangan badan menjadi enak, tidak merasakan sakit saat haid , pokoknya lebih nyaman seluruh jwa dan ragaku. (“untuk keluargapun menjadi lebih baik”) . Untuk itu aku langsung pesan paket berikutnya., pada bulan Mei aku mulai minum paket kedua. Setelah paket kedua disusul dengan paket yang ketiga.
Sesuai dengan yang dianjurkan oleh konsulan klinikbahwa aku baru boleh USG ulang setelah paket ke 3 habis, akupun langsung ke RS Hasan Sadikin daan Alhamdulillah ternyata kistaku (kiri kanan) telah berkurang masing-masing 0,5 cm. Hal itu aku sampaikan ke pihak Klinik Mahkota dewa. Hal itu membuatku senang dan bertanya kapan saya bisa minum penyubur, aku berdua telah menginginkan momong seorang anak. Dan sarannya aku harus tuntaskan kistanya yang insya Allah 3 bulan lagi bisa bersih.
Demikian sahabat dan saudaraku, menurut pengalamanku ini sebaiknya apabila mengalami hal sama sepertiku janganlah panik dan langsung menuruti apa solusi medis,. Apabila diameternya masih kurang dari 5 cm cobalah pengobatan herbal terlebih dahulu. Insya Allah, penyakit akan menghilang.
Salam Sehat Sukses Bahagia,
DIAMETER KISTA COKLATKU BERKURANG BERKAT HERBAL
Aku seorang gadis berusia 26 tahun dan sudah bekerja.
Sekitar bulan Februari 2011 aku divonis oleh dokter kalau aku menderita kista coklat dengan diamater 6 cm. Kata dokter sih ga usah dioperasi dengan syarat cepat-cepat menikah. Aku bingung dan sangat sedih mengingat di dalam keluarga besarku tidak ada satupun yang pernah mengalami sakit kista dan aku masih belum mau berkeluarga masih pingin berkarir dulu. Mengapa aku berobat ke dokter, karena haid pada bulan Januari sampai 2x dan warna darah haidku hitam dan kental. dan selama 5 th terakhir aku haid tidak pernah teratur.
Beruntunglah aku karena dengan kemajuan technologi aku bisa mencari tahu akan kista dan pengobatannya melalui mbah Google. Setelah membuka situs demi situs aku temukan sebuah alamat dan sebelum aku berkunjung ke sana terlebih dahulu aku menelpon. Aku sempat konsultasi dengan salah satu konsultannya , banyak sekali manfaat yang ku peroleh dari pencerahan dan supportnya sangat membantu yang membuat aku semakin semangat bahwa penyakitku akan sembuh. Insya Allah dikatakan oleh konsultannya. Sesuai konsultasiku melalui telpon , pada bulan Februari itu aku mulai mengkonsumsi paket pertama yang dikirim melalui TIKI.
Selain aku harus minum paketnya , akupun harus melakukan terapi luar berupa perendaman kaki dengan garam herbal untuk memperlancar peredaran darah dan mempercepat proses penyembuhannya; pesan dari konsultannya aku harus Selalu mendekatkan diri padaNYA dan mematuhi segala pantangannya. Selama minum paket pertama itu, alhamdulillah aku tidak pernah sekalipun mengalami reaksi negatif. Hal ini membuatku makin bersemangat dan mau melanjutkan ke paket yang kedua.
Untuk paket yang kedua aku sempatkan datang ke kliniknya yang berada di Jakarta Utara dan kebetulan lagi saat itu ibuku sempat menghantarkan kesana. Sesampai disana aku langsung melaporkan perkembangannya setelah minum paket pertama, aku laporkan haidku bulan Maret dan tidak sakit dan badanku terasa lebih segar tidak loyo seperti sebelumnya, pihak klinik sangat bersyukur dan akupun diberi paket kedua dengan dosis Temuputih dan Umbi Daun Dewa di double. Paket ke dua terus aku lanjutkan ke paket ketiga
Setelah paket yang ketiga habis , sesuai dengan saran konsultan disana akupun melakukan USG ulang dan hasilnya Alhamdulillah, sudah berkurang 0,5 cm, diameter pada bulan April sudah menjadi 5,5cm. Hal ini membuat aku lebih bersemangat lagi untuk menuntaskan kista coklatku yang notabene adalah suatu penyakit yang menjengkelkan.
Alhamdulillah, Puji Syukur kepadaMU Allah karena aku telah memperoleh kemajuan yang luar biasa. kumohon RidhloMu Allah agar penyakitku benar-benar sembuh. Amin
KISTA RONTOK MENUMBUHKAN HARAPAN AKAN KEHADIRAN SI MUNGIL YANG SUDAH LAMA DIDAMBAKAN.
Pada hari Jumat, 7 Januari 2005 malam saya dan suami datangke Klinik Herbal Ny Ning Harmanto di Yogya dan bertemu dengan konsultan senior, yakni Bapak Wisnu Wardhana. Pada kesempatan itu saya langsung bercerita bahwa saya sebenarnya sudah putus asa. Sudah dua kali operasi indung telur, yakni pada tahun 1995 dan tahun 2003, tetapi kista yang saya derita ternyata tumbuh lagi. Berdasarkan hasil USG dan pemeriksaan dokter RSUD Bethesda Yogyakarta pada tanggal 7 Januari 2005, diameter kista saya mencapai 3,45 cm. Dokter menyarankan agar diangkat lagi. Saya bingung, harus berapa kalai lagi dioperasi, padahal, kami sangat mendambakan lahirnya seorang anak ?
Bapak Wisnu mengatakan bahwa Klinik Mahkotadewa mempunyai paket ramuan untuk kista. Dia juga mengatakan bahwa mengonsumsi ramuan ini sebaiknya menyertainya dengan doa dan menaati beberapa pantangan. Semua perkataan dan saran Pak Wisnu akan saya lakukan karena saya trauma jika harus dioperasi lagi.
Menurut Pak Wisnu, ramuan tersebut berupa kapsul dan racikan yang harus direbus. Sambil menjelaskan khasiat setiap herbal tersebut, saya dipersilahkan membaca kesaksian-kesaksian yang ada di buku karangan Ibu Ning Harmanto. Penjelasan-penjelasan Pak Wisnu dan uraian di buku Ibu Ning membuat saya semakin mantap memilih ramuan tersebut, “Baiklah Pak, saya akan gunakan ramuan mahkota dewa Ibu Ning Harmanto.”
Hari demi hari saya lalui dengan terus memohon kesembuhan kepada Tuhan. Saya beruntung tidak mengalami reaksi negatif yang berarti. Pada tanggal 14 Februari 2005, suami saya datang ke klinik untuk membeli paket ramuan kista karena paket pertama habis. Tanggal 1 Maet 2005 saya di-USGlagi untuk mengetahui perkembangannya. Syukur Alhamdullilah, ternyata kista sudah mengecil menjadi 2,03 cm. Kenyataan ini membuat saya semakin mantap melanjutkan minum paket ramuan kista dari Klinik Mahkotadewa.
Pada tanggal 6 Mei 2005 saya di-USG lagi di RSUD Betehesda. Hasilnya menunjukkan bahwa kista sudah negatif dan hilang tak berbekas. Rasa syukur saya panjatkan karena kebahagiaan tak terkira yang saya peroleh. Berkat ramuan tradisional asli Indonesia benar-benar bukan omong kosong, saya tidak harus dioperasi lagi. Menurut pengalaman saya, selain dananya mahal, operasi tidak menjamin penyakit bisa hilang. Saya disarankan agar terus mengonsumsi ramuan sampai habis, hanya dosisnya dikurangi, yakni sehari sekali. Selanjutnya saya disarankan membeli kapsul penyubur kandungan agar kami segera memiliki momongan.
“Terima kasih kepada-Mu ya Tuhan atas rahmat dan hidayah yang Engkau berikan kepada kami. Semoga harapan untuk segera memperoleh keturunan segera Engkau kabulkan. Amin”.
Seperti diceriterakan Ny. Woro Setyani kepada Wisno Warhana, konsultan di Klinik Herbal Ny Ning Harmanto cabang Yogyakarta; dalam buku INDAHNYA HIDUP SEHAT karangan ibu NING HARMANTO.
KANKER GANAS LENYAP DENGAN TERAPI MODERN DAN TRADISIONAL.
Ketika mendengar vonis saya mengidap kanker ganas, dunia serasa mau runtuh. Betapa tidak ? Anak saya masih kecil-kecil (berumur 7,5 dan 2,5 tahun) dan masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Demi anak-anak saya harus berjuang ,melawan sel kanker yang menggerogoti payudara. “Saya ingin hidup dan terus hidup,” begitu kata hati saya setiap saat.
Saya sangat sadar akan resiko yang ditimbulkan oleh kanker ganas. Menghadapi kanker ganas berarti berpacu dengan waktu. Banyak contoh kanker ganas yang hanya mengandalkan jasa medis mengalami kegagalan, padahal biaya yang dikeluarkan cukup besar. Menyadari tidak mudah melawan sel kanker, saya mencoba menggabungkan jasa medis (pengobatan modern) dengan pengobatan tradisional (herbal). Saya menjalani operasi pada bulan april 2004, kemudian penyinaran sebanyak 25 kali. Selang satu bulan setelah operasi, yakni pada bulan Mei 2004, saya datang ke Klinik Herbal Ny. Ning Harmanto. Kondisi badan saya ketika itu lemah tak bertenaga karena tidak memiliki nafsu makan akibat terapi penyinaran.
Setelah berkonsultasi pada kedatangan pertama itu, saya diberi ramuan herbal antara lain berupa racikan cangkang mahkota dewa, temu mangga, tapak liman dan kapsul umbi daun dewa. Saya sudah mempunyai racikan temu putih, sehingga oleh pihak klinik tidak diberi. Selain diberi ramuan, saya juga disarankan untuk mengkonsumsi jus apel dan wortel, serta berpantang makanan atau minuman tertentu seperti makanan berlemak, makanan yang dibakar, penyedap rasa, mi instan, soft drink, cabai, es, durian, nangka, nanas dan anggur. Karena ingin sembuh, saya mematuhi semua saran yang diberikan dengan tekun dan taat. Tak kalah pentingnya saya disarankan untuk terus berdoa agar segera diberi kesembuhan.
Setelah satu bulan mengkonsumsi ramuan yang diberikan, saya merasakan badan lebih sehat dan segar, sehingga saya semakin optimis bisa segera sembuh. Konsultan klinik menyarankan agar saya melanjutkan minum ramuan yang sama. Bulan demi bulan, saya semakin sehat, serta bisa beraktifitas dan bekerja kembali seperti sedia kala.
Pada bulan September 2004, saya disarankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium untuk tumor marker. Hasilnya CA 6,17 (nomalnya d”30) dan NCA 1,35 (norma e” 11). <enurut pemeriksaan tersebut CA saya termasuk normal. Namun, saya masih ingin mengkonsumsi ramuan itu hingga tidak ditemukan sel CA. Setiap tiga bulan sekali saya memeriksakan diri ke laboratorium dan menggunakan jasa medis untuk konsultasinya. Pada bulan Januari 2005, tes CA lagi dan hasilnya CA=5,3 yang berarti turun dibandingkan dengan pemeriksaan pada bulan September 2004.
Sampai bulan Mei 2005 sudah satu tahun saya mengkonsumsi ramuan dari Klinik Herbal Mahkotadewa cabang Yogyakarta (Jl. MT. Haryono No.46). Menurut pemeriksaan secara medis sebetulnya saya sudah dinyatakan dalam keadaan normal tetapi saya masih ingin mengkonsumsi ramuan untuk pencegahan agar kondisi fisik tetap sehat dan segar. Terima kasih ibu Waty dari Klinik Mahkotadewa cabang Yogyakarta. Semoga Tuhan selalu memberikan jalan yang terbaik, Tuhan memberkati.
Seperti diceriterakan Ny. Ira kepada Ny. AW Widowati, Konsultan Klinik Herbal Mahkotadewa cabang Yogyakarta. Dalam buku Indahnya HIDUP SEHAT Aneka Terapi untuk Mencegah & Mengatasi Penyakit Karangan NING HARMANTO.
Kesaksian Hj. Yanti Setiawan, Jl Pamekar Raya No.90 Bandung.
Pada bulan Oktober 2001, Ibu Yanti mengalami menstruasi yang tidak teratur. Kadang-kadang mens, kadang-kadang juga tidak. Jika ingin mensya lacar, dia harus dipancing dengan pemberian hormon.
Pada akhir tahun 2001 terjadi pendarahan hebat. Ibu Yanti harus dikuret. Setelah diperiksa, disimpulkan Ibu Yanti menderita endometrium type simplex.Mau tidak mau harus dilakukan pengobatan dengan hormon selama enam bulan terus menerus. Sayang sekali, “untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak.” Ibu Yanti malah mengalami pendarahan lagi. Seperti semua, dia hrus disuntik hormon lagi selama enam bulan. Suntik hormon ini memerlukan dana yang tidak sedikit. Sekali suntik Rp.1,3 juta. Pilihan lainnya secara medis adalah angkat rahim. Biayanya Rp.11juta.
Ibu Yanti bersama suami kemudian berunding. Tak putus-putusnya pula mereka berdoa memohon petunjuk Allah. Syukurlah, setelah membaca majalah dan buku, mereka mengetahui informasi tentang mahkota dewa. Akirnya, mereka pun mendatangi Bapak Robby Hidayat, mitra usaha saya di Bandung. Bapak Robby memberikan paket kanker. Saat ada sebuah seminar di Bandung saya bertemu dengan Ibu Yanti.
Setelah mengkonsumsi ramuan mahkota dewa, hari demi hari pendarahannya mulai berkuang, bahkan lama kelamaan menghilang. Dua bulan kemudian setelah dicek secara medis, penyakitnya hilang tak berbekas. Karena merasakan khasiat yang begitu nyata, sang suami yang menderita pegal-pegal di punggung selama tiga tahun juga ikut-ikutan meminum teh racik mahkota dewa. Kini dia pun sehat wal’afiat. Begitu pula dengan anaknya yang sudah remaja dan sering mengalami pilek-pilek sejak kecil. Setelah diberi ramuan yang diminum 2 hari sekali, kini alhamdulillah sehat dan ceria.
Seperti ditulis Ibu Ning Harmanto dalam bukunya yang berjudul Mahkotadewa Obat Pusaka Para Dewa edisi REVISI keempat












