Tak Berkategori
Kenali Gejala Pankreas
Kanker pankreas adalah jenis kanker yang langka dan umumnya didiagnosis pada mereka yang berusia lebih dari 70 tahun. Namun, kanker ini bisa juga menyerang mereka yang lebih muda. Aktor Hollywood Patrick Swayze dan ikon teknologi Steve Jobs, misalnya, meninggal karena kanker pankreas masing-masing pada usia 57 dan 56 tahun.
Statistik kanker pankreas tidak menggembirakan, dengan tingkat kematian yang sangat tinggi. Hanya 15 sampai 20 persen pasien masih hidup setelah lima tahun menderita kanker pankreas.
Apakah pankreas?
Pankreas adalah organ di perut bagian atas yang berada di bawah lambung dan berdekatan dengan bagian pertama usus kecil, yang disebut duodenum. Pankreas terdiri dari dua bagian: kelenjar eksokrin yang mengeluarkan enzim untuk pencernaan, dan kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon-hormon, termasuk insulin untuk mengatur gula dalam darah. Tumor dapat berkembang di salah satu atau kedua bagian pankreas. Namun, pada 95% kasus kelenjar eksokrin terpengaruh.
Gejala
Penemuan kanker pankreas sering tertunda karena gejalanya seperti penyakit lain. Masalah lain dari kanker pankreas adalah karena organ itu tersembunyi dan kanker biasanya tidak menimbulkan gejala apapun sampai tahap lanjut. Tanda yang paling jelas adalah penyakit kuning. Penyakit kuning ditandai dengan kulit yang berwarna kekuningan, urin gelap dan tinja pucat. Tanda lain dari kanker pankreas adalah nyeri perut yang memancar ke belakang, dan tidak hilang oleh obat analgesik konvensional. Kelelahan tanpa sebab, kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan adalah tanda-tanda umum kanker yang tidak spesifik pada kanker pankreas.
Gangguan fungsional lain dari tumor pankreas adalah:
- muntah
- masalah usus
- intoleransi makanan
- diare kronis
- gula darah atau diabetes memburuk
- ketidaknyamanan dan hipoglikemia
- tukak lambung
- flebitis
- radang saluran empedu
- pankreatitis (radang pankreas) akut
Diagnosis
Kanker pankreas biasanya ditemukan secara kebetulan pada saat tes darah atau CT-scan untuk masalah berbeda. Letak pankreas yang dalam dan tersembunyi membuatnya tidak dapat diakses untuk pemeriksaan fisik seperti halnya terjadi kanker payudara.
Tes skrining darah
Tidak ada tes darah yang dapat diandalkan untuk kanker pankreas. Banyak orang tahu bahwa pankreas adalah tempat di mana insulin dibuat, tetapi sel-sel yang melakukannya biasanya tidak terlibat dalam kanker. Sebaliknya, kanker terjadi pada sel-sel pembuat enzim yang membantu Anda mencerna lemak, protein, dan karbohidrat dalam makanan yang Anda makan. Sebagian besar kanker pankreas menyerang bagian yang memproduksi enzim tersebut.
Kanker pankreas bisa ditandai oleh peningkatan “penanda tumor” pada darah (zat yang dihasilkan oleh sel-sel kanker): CA 19-9 pada kanker kelenjar eksokrin dan chromogranin A pada kanker kelenjar endokrin. Namun, metode skrining ini tidak selalu dapat diandalkan. Tanda-tanda tersebut bisa tetap stabil meskipun ada kanker. Sebaliknya, penyakit lain dapat menyebabkan peningkatan tinggi, seperti batu empedu atau pankreatitis. Akibatnya, dokter tidak hanya menggunakan tes darah untuk mendeteksi penyakit ini. Mereka melengkapi hasil tes darah dengan pemeriksaan medis lain.
Sumber : Majalahkesehatan.com
Klinik kami memberikan solusi herbal bagi pengobatan gangguan pankreas… untuk mendapatkan ramuan yang pas berkonsultasilah terlebih dahulu ke www.ningharmanto.com
Kenali 3P Gejala Diabetes
Selain pemeriksaan laboratorium, menurut dr Budiman Darmowidjojo Sp PD, ada tiga gejala klasik diabetes yang disebut juga dengan 3P, yakni:
1. Poliuri atau sering buang air kecil dengan volume yang banyak, apalagi pada malam hari. Mengapa demikian? Jika kadar gula darah melebihi nilai ambang ginjal atau lebih dari 180 mg/dl, maka gula akan keluar bersama urine. Untuk menjaga agar urine yang keluar, yang mengandung gula itu, tak terlalu pekat, tubuh akan menarik air sebanyak mungkin ke dalam urine sehingga volume urine yang keluar banyak dan kencing pun menjadi sering. Hal tersebut akan sangat sering sehingga pada malam hari bisa mengganggu tidur.
2. Polidipsi atau sering kali merasa haus dan ingin minum sebanyak-banyaknya. Dengan begitu banyaknya urine yang keluar, badan akan kekurangan air atau dehidrasi. Untuk mengatasi hal tersebut, timbullah rasa haus sehingga orang ingin selalu minum dan ingin yang dingin, manis, segar, dan banyak. Minuman manis akan sangat merugikan karena membuat kadar gula semakin tinggi.
3. Polifagi atau nafsu makan meningkat dan kurang tenaga. Pada diabetes, karena insulin bermasalah, pemasukan gula ke dalam sel-sel tubuh kurang sehingga energi yang dibentuk pun kurang. Itu sebabnya orang menjadi lemas. Dengan demikian, otak juga mengira bahwa kurang energi itu terjadi karena kurang makan. Oleh karena itu, tubuh berusaha meningkatkan asupan makanan dengan menimbulkan rasa lapar sehingga timbulah perasaan selalu ingin makan.
Sumber : KOMPAS.com, 11 Juni 2011
Bagi penderita Diabetes klinik kami menyediakan paket Diabetes a.l. terdiri Kapsul Madedem, teh Mashiwa. Untuk konsultasi lebih lanjut silahkan menghubungi klinik kami terdekat. Salam Sehat Sukses Bahagia
BELIMBING – BUAH KAYA NUTRISI
Belimbing tidak hanya nikmat disantap sebagai buah pencuci mulut karena rasanya yang segar dan manis. Tapi ternyata juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, yang selama ini mungkin belum kita ketahui.
Belimbing merupakan sumber vitamin, khususnya vitamin A dan C, sebagai antioksidan tangguh dalam memerangi radikal bebas. Buah ini juga mampu membantu mencegah penyebaran sel-sel kanker, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah sariawan.
Belimbing mengandung pektin yang mampu mengikat kolesterol dan asam empedu yang terdapat dalm usus dan membantu pengeluarannya. Selain itu, buah ini juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Manfaat belimbing yang lainnnya adalah melancarkan proses pencernaan karena belimbing memiliki kandungan serat yang baik. Selain itu juga mengandung kadar kalium yang tinggi, serta natrium yang rendah sebagai obat hipertensi.
Kandungan nutrisi lain yang terdapat pada buah bintang ini adalah protein, karbohidrat, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C. buah belimbing cocok untuk penggemar buah-buahan yang kelebihan berat badan karena mengandung kalori yang rendah.
Sumber : Blogdetik.com, 14 September 2008
Plus Minus Makanan Organik dan Nonorganik
BAGI Anda yang telah menghabiskan uang membeli buah dan sayuran organik mungkin akan kecewa mendengar ini. Nyatanya sebuah studi baru menunjukkan bahwa buah dan sayuran organik kurang bergizi dan rasanya pun tidak lebih baik daripada sayur dan buah yang ditanam menggunakan bahan kimia.
Namun, makanan organik memang menguntungkan bagi lingkungan. Dari uji coba terhadap tiga tanaman yakni kentang, brokoli, dan tomat, ditemukan, tanaman nonorganik ternyata lebih bergizi dan lebih enak, menurut laporan Daily Express (23/3).
Untuk brokoli yang ditanam secara normal tingkat antioksidan lebih tinggi daripada sampel organik. Sementara itu, pada kentang, ditemukan bahwa versi yang ditumbuhkan dengan pupuk kimia mengandung lebih banyak vitamin C. Adapun tomat nonorganik memiliki rasa yang kuat dan manis daripada yang organik, menurut 69 persen dari pencicip.
Ahli gizi Carina Norris mengatakan, “Penelitian ini menunjukkan bahwa buah dan sayuran yang ditumbuhkan secara nonorganik juga memiliki banyak kebaikan. Yang paling penting bagi kita sebenarnya yakni untuk senantiasa makan sayur dan buah, baik organik maupun tidak.”
Sumber : MEDIA INDONESIA,( Hidup Sehat.) com, Senin 2 Mei 2011
Mahasiswi UGM Temukan Vaksin Flu Burung Organik dari Mahkota Dewa
Artina Prastiwi (22) mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM)Yogyakarta berhasil menemukan vaksin penghambat virus H5N1 (flu burung). Vaksin itu bukan berasal dari bahan kimia, tapi organik atau herbal dari ekstrak buah Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa).
“Ekstrak buah Mahkota Dewa itu mengandung senyawa saponin yang berfungsi untuk menghambat perkembangan virus flu burung,” ungkap Artina kepada wartawan di kampus UGM di Bulaksumur, Kamis (3/3/2011).
Menurut dia, ekstrak buah Mahkota Dewa mengandung senyawa saponin yang berfungsi untuk menghambat perkembangan virus flu burung. Senyawa itu dalam dosis yang tepat bisa menghambat virus mencapai 87 persen. Melalui beberapa kali penelitian, akhirnya ditemukan dosis yang tepat untuk menghambat virus tersebut secara efektif dalam diri unggas.
“Dari hasil penelitian saya, dosis yang tepat adalah 10 persen,” katanya.
Dia mengatakan kadar saponin yang dibutuhkan untuk menghambat perkembangan virus tersebut adalah 10 miugram/mililiter (ml). Vaksin yang digunakan untuk disuntikkan ke unggas sendiri hanya 0,2 ml. Pada penelitian pertama menggunakan telur ayam berembrio yang telah diberikan virus flu burung. Telur tersebut kemudian disuntik beberapa dosis ekstrak mahkota dewa.
Telur tersebut kemudian diinkubasi selama 35 hari, hasilnya embrio tidak mati, sehat dan tanpa bekas luka. Namun ketika konsentrasi dosis saponin di tingkatkan menjadi 15 hingga 20 persen semua embrio di telur tersebut mati.
“Terjadi perdarahan di seluruh tubuh, terjadi kekerdilan dan cairan alantois keruh. Ini membuktikan kadar saponin yang digunakan harus tepat karena kalau kelebihan mengakibatkan keracunan. Bila kurang juga tidak mampu menghambat laju virus,” tandasnya.
Setelah melalui uji beberapa kali, Artina kemudian menguji pada unggas secara langsung dengan kadar 0,2 ml dalam satu dosis untuk unggas usia di bawah 21 hari dan ditambah menjadi 0,5 ml untuk unggas di atas usia 21 hari.
Menurutnya Untuk mendapatkan buah mahkota dewa juga sangat mudah karena banyak ditemukan di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Untuk menghasilkan vaksin flu burung dalam satu dosis tersebut (0,2 ml) dibutuhkan kulit buah Mahkota Dewa sebanyak 3 gram untuk kemudian diekstrak menjadi vaksin.
“Ekstrak itu masih harus dicampur dengan pelarut agar bisa cepat terserap dalam tubuh unggas,” katanya.
Saat ini hasil penelitian Artina sudah didaftarkan untuk memperoleh hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Berkat penemuannya ini mahasiswi angkatan 2007 ini berhasil meraih dua predikat sekaligus dana lomba penelitian yang dilakukan Masyarakat Ilmuwan dan Tehnologi Indonesia (MIPI) di Bogor, akhir Januari 2011 lalu. Dua predikat tersebut adalah juara satu lomba penelitian dan karya penelitian terbaik yang diselenggarakan MIPI.
Dia mengharapkan vaksin flu burung organik bisa diproduksi secara massal. Sebab, vaksin yang beredar saat ini selain mengandung bahan kimia yang juga memberikan efek samping negatif pada unggas harganya cukup mahal. Untuk 100 dosis vaksin flu burung yang beredar saat ini harganya bisa mencapai Rp 200 ribu. Tetapi untuk vaksin herbal ini bisa dijual dengan harga Rp 75 ribu untuk setiap 100 dosisnya.
“Saya masih akan terus mengembangkan penelitian ini. Hasil penelitian ini akan kami paparkan juga dalam pertemuan ilmiah di Thailand dan Jepang,” pungkas Artina.
Sumber : detikNews.com; Kamis 3 Maret 2011
Catatan :
Perlu kami tambahkan bahwa pada tanggal 11 Juni 2008 para peneliti dari Universitas Indonesia pun pernah menemukan Mahkotadewa itu dapat untuk mengobati kanker.Dalam hal ini klinik herbal Ny Ning Harmanto menyediakan kapsul MadeCa dan kapsul Ekstrak Made.












